Sukses

7 Kesalahan Ketika Mengonsumsi Buah

Liputan6.com, Jakarta Buah mengandung serat alami yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Buah juga dikenal mengandung antioksidan tinggi yang mampu mencegah kanker.

Memang, buah baik bagi kesehatan Anda. Tapi, terkadang cara makan buah membuat khasiat atau manfaat dari buah tersebut tidak lagi berguna bagi tubuh. Berikut 7 kesalahan yang biasa Anda lakukan saat mengonsumsi buah-buahan.

1. Anda berpikir semua buah sama
Anda mungkin berpikir buah nanas dan bluebery memiliki kandungan yang serupa. Memang, keduanya memiliki rasa yang asam dan manis, namun keduanya mengandung jumlah karbohidrat, gula dan serat yang berbeda.

Menurut Barry Sears, penulis The Mediterranean Zone, buah yang terbaik adalah yang memiliki tingkat polifenol (bahan kimia yang melawan peradangan) tertinggi dan indeks glikemik yang rendah.

Buah yang mengandung indeks glikemik rendah lebih baik untuk dikonsumsi karena mereka lebih lambat dicerna sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah. Buah blueberry dan buah-buahan lain yang memiliki kulit gelap mengandung polifenol tinggi dan glikemik yang rendah. 

 

1 dari 3 halaman

Terlalu banyak makan buah

2. Terlalu banyak makan buah
Saat Anda menjalani diet, terkadang Anda mengganti peran karbohidrat seperti nasi dengan buah-buahan dan sayuran. Sehingga, Anda pun akan mengonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah yang sangat banyak untuk membuat perut kenyang.

Tetapi, buah memiliki gula alami. Jika berlebihan mengonsumsinya, gula alami tersebut akan membanjiri aliran darah dengan glukosa dan kalori yang bisa menaikkan berat badan Anda.

Sebaiknya, makan buah yang telah dipotong sekitar 2 cangkir sehari. Jika Anda makan buah utuh, sebutir apel atau pisang ukuran kecil sudah cukup untuk tubuh Anda tanpa mengkhawatirkan kelebihan gula.

3. Salah mengombinasikan buah
Saat lapar dan belum waktunya makan, Anda mungkin akan memilih dua jenis buah yang besar untuk dimakan. Padahal, Anda tidak mengetahui masing-masing buah dan ukurannya memiliki tingkat kalori yang berbeda. Misalnya, sebuah apel yang besar memiliki 120 kalori, begitupun dengan buah jeruk.

Sebaiknya, Anda mengonsumsi buah apel yang kecil dan buah jeruk yang kecil karena memiliki jumlah kalori yang sama.

4. Tidak menggabungkan dengan protein
Meski buah lebih sehat dibanding permen, tetap saja buah memiliki potensi untuk membuat gula darah Anda naik. Menggabungkannya dengan protein, misalnya keju dan mentega kacang, adalah cara terbaik untuk menstabilkan gula darah.

"Buah akan meningkatkan kadar insulin dan protein meningkatkan glukagon hormon. Kedua hormon ini bekerjasama untuk menstabilkan kadar gula darah," kata Sears.

Protein menjadi bagian penting bagi Anda pengidap diabetes atau riwayat diabetes. Jika tidak menambahkan protein, Anda mungkin mulai merasakan gejala hiperglikemia, seperti detak jantung yang cepat. 

 

2 dari 3 halaman

Tidak beli buah organik

5. Tidak membeli buah organik
Memang, harga buah organik lebih mahal dibanding buah biasa, tapi itu sebanding dengan manfaatnya. Menurut penulis Diet Diagnosis, David Nico, sebaiknya Anda membeli versi organik dari buah apel, anggur dan buah-buahan lain yang terpapar pestisida lebih tinggi. Ini bertujuan untuk mengurangi tubuh dari paparan pestisida dan dapat memberikan Anda nutrisi tambahan.

6. Anda membuang kulitnya
Kulit buah mengandung banyak vitamin dan antioksidan. Contohnya kulit apel yang mengandung kaya serat, vitamin c dan vitamin A. Penelitian menemukan bahwa makan buah dengan kulitnya bisa menjadi kunci untuk mengurangi risiko obesitas dan mencegah kanker.

7. Memilih jus buah
Jus buah tidak lagi memiliki serat yang ada pada buah. Padahal, serat bisa memperlambat pelepasan glukosa dalam aliran darah.

Sama seperti jus, smoothie juga bisa merusak kandungan alami dalam buah karena buah dihancurkan halus dalam blender. Buah-buahan kering juga telah merusak nutrisi alami buah karena rentan mengandung pengawet dan gula tambahan.

(Aluna Swara)