Sukses

Pendidikan Seks, Cegah Anak Meniru Adegan di Video Mesum

Liputan6.com, Jakarta Seksolog Wimpie Pangkahila dari FK Universitas Udayana menyayangkan sikap para pejabat pemerintahan yang menyebut pendidikan seks di sekolah itu dosa. Karena menganggap telah mengajarkan anak cara berhubungan seksual.

"Itu anggapan yang salah. Justru pendidikan seks di sekolah dan di rumah merupakan cara mengantisipasi anak agar tidak berbuat macam-macam," kata Wimpie saat disinggung mengenai terputarnya video mesum di papan iklan LED belum lama ini.

Justru tanpa pendidikan seks seorang anak akan mencari-cari dengan cara mereka sendiri. Cara paling mudah dengan mengakses situs Youtube melalui gawai yang mereka punya.

"Bayangkan saja anak yang tidak tahu apa-apa. Tidak punya informasi apa-apa tentang seksualitas malah melihat adegan meraba dan berhubungan seksual di Youtube. Bisa diduga reaksinya mereka seperti apa?," ujar Wimpie kepada Health Liputan6.com pada sabtu (1/10/2016)

Apalagi, lanjut Wimpie, tidak sedikit anak-anak usia SMP dan SMA yang sudah melakukan hubungan seks bebas karena penasaran dan tidak tahu akibat yang bakal mereka dapat.

Apabila pendidikan seks di skeolah sejak anak duduk di bangku sekolah dasar, sampai mereka besar kecil sekali kemungkinan untuk mereka menonton video mesum diam-diam. Dan akan merasa takut untuk melakukan hubungan seks bebas.

"Dari SD sudah dikenali anatomi kelamin seperti apa, fungsinya untuk apa, anak sudah harus tahu. Semakin besar usia anak, menjurus ke fungsi seksualnya, daerah seksual, dan apa itu hubungan seksual. Dan terangkan juga bahaya dari berhubungan seks bebas," kata Wimpie.

Orangtua juga bisa memberikan pendidikan seks dengan cara yang santai tanpa menggurui. Menurut Wimpie tidak harus di waktu yang khusus.

"Misal sedang jalan-jalan tanpa sengaja melihat ada orang sedang berdua pacarnya. Itu kesempatan untuk memberi masukan yang terkait dengan bahaya berhubungan seksual," kata Wimpie menekankan.

Juga bahaya menonton video mesum sebelum waktunya.

Artikel Selanjutnya
Gara-Gara Hal Sepele, Guru Tega Tampar 20 Murid di Depan Kelas