Sukses

Anjuran Makanan bagi Pasien Gagal Ginjal

Liputan6.com, Jakarta Penyakit gagal ginjal terjadi akibat racun-racun di dalam makanan yang Anda konsumsi terakumulasi selama bertahun-tahun sehingga akhirnya merusak ginjal Anda.

Jika Anda telah didiagnosis memiliki penyakit gagal ginjal, sudah saatnya mengatur gaya hidup Anda dengan menjaga asupan makan sehari-hari. 

Makanan yang harus dipantau oleh pasien gagal ginjal adalah menjaga asupan cairan dan protein yang tidak boleh terlalu banyak.

Gagal ginjal harus dipantau cairannya, tidak boleh minum terlalu banyak," ujar Spesialis Penyakit Dalam, dr Paskalis Andrew Gunawan, SpPD, saat dihubungi oleh Health Liputan6.com, Kamis (29/9/2016).

Ia mengingatkan agar cairan tak tertumpuk terlalu banyak dalam badan. "Jadi harus seimbang antara minum dan kencing,” ujarnya.

Untuk makanan, asupan protein untuk orang-orang dengan gagal ginjal yang belum sampai ke proses cuci darah, harus rendah. Namun ia mengingatkan agar protein yang masuk ke tubuh pasien tidak terlalu rendah karena bisa menyebabkan malnutrisi atau kekurangan gizi.

“Protein harus seimbang walaupun rendah. Soalnya, banyak orang-orang gagal ginjal mengalami malnutrisi karena mereka terlalu takut makan banyak protein. Yang malah membuat rentan terkena infeksi dan efek negatif lainnya,” kata Paskalis.

Namun untuk orang-orang yang sudah sampai ke proses cuci darah, asupan protein harus lebih tinggi dari mereka yang belum sampai ke proses tersebut. Karena menurut dr Paskalis, protein yang sudah masuk ke tubuh banyak terbuang lewat mesin cuci darah.

Gagal ginjal yang belum cuci darah, proteinnya cuma bisa 0,6-0,8 gram per kg per hari. Tapi kalau sudah menjalani cuci darah, proteinnya harus tinggi, yaitu 1,5 gram per kg per hari, dua kali lipat tingginya,” jelasnya.

Ia pun juga mengingatkan untuk memvariasikan asupan makanan setiap hari, serta harus seimbang. Jika makanan tidak bervariasi, akan membahayakan ginjal Anda.

“Protein ada dua macam, ada hewan dan nabati. Jadi jangan nabati terus atau hewani terus. Karena, kalau ginjal menangani protein yang sama terus, lama-lama ginjal bisa rusak juga. Jadi variasi penting,” jelasnya.