Sukses

5 Penyebab Lemak Perut Semakin Menonjol

Liputan6.com, Jakarta Memiliki lemak perut selain merusak penampilan juga berisiko terhadap penyakit serius. Penyebab utamanya, lemak visceral merupakan jenis lemak yang ditemukan jauh di dalam perut Anda.

Lemak visceral yang mengelilingi organ internal Anda, aktif secara metabolik yang berarti melepaskan zat kimia ke dalam tubuh sehingga bisa menyebabkan kerusakan oksidatif. Hal tersebut dikatakan ahli jantung Holly S. Andersen seperti dilansir Prevention, Kamis (29/9/2016).

Ini berarti, kelebihan lemak perut membahayakan organ dan pembuluh darah sehingga berisiko terkena darah tinggi, kolesterol, stroke, penyakit jantung, diabetes, demensia dan beberapa jenis kanker.

Untuk menghindarinya, cobalah mengurangi konsumsi gula dan karbohidrat juga membatasi makan daging merah. Lemak perut juga bisa dipicu oleh lima hal berikut:

1. Genetika

Lemak perut bisa didapatkan dari genetika. Cobalah lihat keluarga atau ibu Anda apakah mereka memiliki bentuk tubuh seperti apel atau pir. Mereka yang memiliki postur tubuh seperti apel harus kerja lebih keras untuk latihan fisik dan membatasi asupan kalori jika tidak ingin lemak perut menonjol.

2. Hormon Anda sedang berubah

Saat menopause, terjadi penurunan estrogen ditambah dengan melambatnya kinerja metabolisme tubuh bisa menjadi pemicu munculnya lemak perut. Bahkan pada wanita yang memiliki bentuk badan seperti pir, lemak perut terus bertambah.

 

1 dari 2 halaman

Menderita PCOS

3. Menderita PCOS

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) mempengaruhi sekitar 10-20 persen sistem reproduksi wanita. Wanita yang memiliki PCOS memiliki kadar testosteron yang tinggi dan selalu bermasalah dengan berat badan. Gejala PCOS termasuk haid yang tidak teratur juga jerawat.

4. Kurang atau kelebihan tidur

Tidur selama 5 jam setiap malam atau kurang dari itu bisa menambah lemak perut. Karenanya, penting untuk tidur selama 8 jam setiap hari. Kurang tidur membuat metabolisme menurun sehingga energi pun ikut menurun. Akibat menurunnya energi, Anda cenderung mengonsumsi kalori yang berubah menjadi lemak khususnya di bagian perut.

Para peneliti pun tidak yakin mengapa mereka yang sering tidur juga memiliki lemak perut berlebih. Kondisi tersebut mungkin terjadi karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur dan kurang aktif bergerak.

5. Sangat stres

Ketika Anda berada di bawah tekanan atau stres, tubuh memompa keluar hormon kortisol, sebuah hormon yang bisa mengacaukan sistem tubuh. Di awal, kortisol membuat Anda untuk mencari makanan berlemak dan gula untuk memberi kenyamanan tubuh yang cepat.

Kemudian, kortisol mengubah kimia dalam tubuh sehingga Anda hanya membakar sedikit kalori dan menyimpan lebih banyak lemak.

(Aluna Swara)