Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

Lanjutkan Stop Disini

Mengapa Hasrat Seksual Setiap Orang Berbeda?

Liputan6.com, Jakarta Hasrat seksual setiap orang bisa berbeda-beda. Dan hasrat seksual bisa berubah dari waktu ke waktu. Saat ini Anda bisa saja begitu bergairah, tapi beberapa jam berikutnya Anda lebih senang tidur siang. Lantas, apa yang membuat hasrat seksual antar manusia bisa berbeda?

Tiga psikolog dari dua universitas di Australia mengungkapkan mengapa dorongan seksual bisa berbeda antar orang seperti dilansir Dailymail, Selasa (27/9/2016):

Pria lebih berhasrat

Apabila membandingkan pria dan wanita, kaum Adam lebih sering memikirkan seks dari perempuan. Perbandingannya pria 34 kali memikirkan seks dalam sehari, sedangkan wanita 19 kali. Meski demikian pria juga yang sering memikirkan makanan dan tidur dibanding wanita.

Usia makin tua makin berhasrat?

Umur memiliki efek besar pada hasrat seksual. Sebuah studi dari orang dewasa berusia 18-59 tahun menemukan, seiring bertambahnya usia, manusia lebih rentan mengalami disfungsi seksual.

Namun, usia makin menua tidak selalu dikaitkan dengan penurunan hasrat seksual.
Dua survei nasional pada orang dewasa Finlandia menemukan faktor penuaan tak memengaruhi hasrat seksual. Tapi, penuaan berhubungan dengan berkurangnya hubungan seksual. 

 

1 dari 2 halaman

Hasrat tinggi hebat dalam bercinta

Hasrat tinggi hebat dalam bercinta

Sebuah penelitian menemukan semakin sering orang berhasrat seksual maka semakin baik kehidupan seksualnya. Sebuah kehidupan fantasi yang sehat bisa menciptakan pengalaman seksual yang lebih baik.

Bercinta vs tidur siang

Hormon merupakan faktor yang mengontrol hasrat seksual. Pada pria, kenaikan testosteron cenderung meningkatkan hasrat seksual. Sedangkan pada wanita, kaitan efek testosteron dan hormon lain terhadap hasrat seksual belum jelas.

Ada beberapa bukti bahwa perubahan hasrat seksual perempuan terjadi pada berbagai tahap siklus ovulasi mereka. Sebuah studi menemukan bahwa saat kadar testosteron meningkat (sebagian besar selama waktu ovulasi yakni pada hari 12-15), perempuan lebih sering terlibat dalam aktivitas seksual.