Sukses

Film Porno Sehat atau Berbahaya?

Liputan6.com, Jakarta Ada kesenjangan besar antara prespektif tentang porno di masyarakat. Beberapa mengatakan itu adalah sehat dan alami, bisa menjadi pengalaman belajar, dan membantu belajar untuk Anda sendiri dan pasangan.

Beberapa pasangan menggunakannya untuk memfasilitasi hubungan dengan cara yang menyenangkan. Bahkan membantu meredakan stres, dilansir laman Huffingtonpost, Senin (26/9/2016).

Sisi negatifnya, ada yang mengatakan pria yang keseringan nonton film porno sambil masturbasi cenderung mengalami disfungsi ereksi. Mereka juga sering melakukan sendiri sehingga saat bersama pasangan pria tak bisa melakukannya lagi.

Lainnya mengatakan film porno memainkan masalah citra tubuh dan memberi harapan yang tidak realistis tentang seks. Lantas film porno itu sehat atau berbahaya?

Hingga saat ini tidak ada studi untuk memberikan kata akhir pada film porno. Seringkali wanita merasa terancam oleh pria yang sering nonton film porno. Dan banyak wanita yang dirugikan.

Sebuah studi pada 2007 lalu yang diterbitkan dalam American Journal of Medicine menemukan bahwa kehidupan seks dari 18 juta pria di atas usia 20 tahun jadi negatif karena terpengaruh film porno. Fenomena ini dikenal sebagai 'Coolidge Effect'.

Penelitian pertama dilakukan dengan memperlihatkan seksual tikus. Mereka mengamati ketika tikus jantan diperkenalkan ke tikus betina, mereka bersenggama kemudian tidak menunjukkan hubungan lebih lanjut.

Peneliti kembali memperkenalkan lebih banyak betina dan tikus jantan terus dan terus bersenggama sampai fisik tak mampu lagi melakukannya. Mereka percaya laki-laki memiliki program yang sama.

Dikatakan peneliti lainnya kalau film porno bukan hanya untuk pria tetapi wanita yang menonton juga menikmatinya.

Penelitian menunjukkan tidak ada peningkatan pemerkosaan atau penyimpangan seksual lainnya karena melihat film porno. Sebuah studi di Denmark pada 2008 menemukan penonton film porno yang moderat memberikan beberapa manfaat.

Baik pria maupun wanita mengatakan mereka memiliki kehidupan seks yang lebih memuaskan dan sikap sehat dalam berhubungan seksual.