Sukses

6 Alasan Anda Harus Tetap Makan Lemak

Liputan6.com, Jakarta Apakah Anda berpikir bahwa lemak adalah pemicu utama tubuh menjadi gemuk? Jangan salah. Lemak, terlebih lemak baik sangat berguna dan dibutuhkan oleh tubuh Anda.

Lemak baik juga bisa mencegah berbagai penyakit seperti serangan jantung juga menjaga suasana hati tetap stabil. Berikut enam manfaat lemak bagi tubuh seperti dikutip Times of India, Minggu (18/9/2016).

1. Makan lemak mencegah penuaan otak dan demensia
Diet rendah lemak dikaitkan dengan penyakit ingatan demensia. Peneliti Alzheimer mempromosikan diet lemak tinggi (ketogenik) untuk mengobati demensia.

Dalam buku Grain Brain karya Dr David Perlmutter, sebuah penelitian menunjukkan karbohidrat menyebabkan penuaan otak dan lemak bisa mencegah hal tersebut terjadi. Diabetes tipe 3 karena resistensi insulin yang menyebabkan kerusakan otak.

Studi dari Mayo Clinic menemukan bahwa orang yang makan satu ton karbohidrat, berisiko empat kali lipat terkena predemensia, yang dikenal sebagai gangguan kognitif ringan. Penelitian yang sama menunjukkan, orang yang makan lemak sehat memiliki risiko 44 persen lebih rendah dari demensia dini. Dan mereka yang makan protein berkualitas tinggi memiliki risiko 21 persen lebih rendah terkena demensia awal.

2. Makan lemak mencegah depresi, autis, trauma dan lainnya
Sekitar 60 persen dari otak Anda adalah lemak dan kebanyakan terbuat dari lemak omega-3 dan kolesterol. Ketika Anda diet rendah lemak, otak Anda kelaparan. Kekurangan lemak pada otak dapat menyebabkan penyakit neurodegeneratif atau gangguan mental seperti depresi, perilaku agresif, ADD dan autis, trauma hingga bunuh diri.

Asam lemak omega-3 merangsang ekspresi gen dan meningkatkan hubungan antara sel-sel otak serta membantu pembentukan sel-sel otak baru. Diet tinggi lemak ketogenik telah digunakan untuk mengontrol epilepsi dan gangguan neurologis lainnya termasuk kanker otak. 

1 dari 3 halaman

Konsumsi lemak mengurangi peradangan dan penyakit autoimun

3. Makan lemak mengurangi peradangan dan penyakit autoimun
Lemak jahat seperti minyak nabati omega 6 bisa menyebabkan peradangan, tapi lemak baik justru bisa mengurangi radang. Lemak omega-3 secara ekstensif bisa mengobati peradangan dan juga autoimun.

Lemak ini mengatur jalur peradangan dan membantu meningkatkan ekspresi gen anti peradangan. Suplemen minyak ikan mampu mengatasi rematik, penyakit Crohn, radang usus besar, lupus, sklerosis dan migrain.

4. Makan lemak meningkatkan kinerja saat olahraga
Karbohidrat dikenal mampu meningkatkan kinerja tubuh saat berolahraga. Makan semangkuk besar pasta dapat menyimpan hingga 2000 kalori di otot Anda. Namun, para atlet yang bertubuh ramping tetap bisa meningkatkan kinerja dengan memiliki 40.000 kalori untuk energi mereka yang disimpan sebagai lemak.

Banyak ilmuwan telah mempelajari diet rendah karbohidrat dan diet tinggi lemak untuk para atlet. Pembakaran lemak lebih baik dibanding pembakaran karbohidrat. Kuncinya adalah menjaga tingkat insulin sangat rendah karena insulin tinggi menghambat pembakaran lemak. 

2 dari 3 halaman

Konsumsi lemak membuat kulit, rambut, dan kuku indah

5. Makan lemak membuat kulit, rambut, dan kuku menjadi indah
Kebanyakan wanita menghabiskan banyak biaya untuk mendapatkan kulit dan rambut yang indah. Kekurangan omega 3 dapat menyebabkan kulit kering, gatal serta bersisik. Kekurangan lemak baik juga bisa membuat rambut kering, kaku, ketombe dan rontok. Selain itu, bisa membuat kuku mudah rapuh atau terlambat tumbuh.

Omega 3 benar-benar bisa mengatasi masalah ini. Cobalah untuk menerapkan kombinasi minyak biji rami dengan borage untuk hasil yang luar biasa.

6. Lemak bisa meningkatkan kehidupan seksual Anda
Hormon seks diproduksi dari kolesterol dalam tubuh. Kadar insulin yang tinggi bisa menurunkan kadar testosteron, disfungsi seksual, dan menurunnya dorongan atau hasrat seksual. Diet rendah lemak dapat menyebabkan perempuan berhenti haid atau jadwal haid yang tak teratur, meningkatkan kadar testosteron, rambut rontok. Diet rendah karbohidrat dapat mengatasi semua itu.

(Aluna Swara)