Sukses

Alasan Susah 'Move On' dari Mantan Menurut Pakar Cinta

Liputan6.com, Jakarta Melupakan mantan merupakan hal yang mudah dilakukan beberapa orang, namun sulit untuk sebagian besar lainnya.

Terkadang, kesulitan melupakan mantan justru datang di saat kita sudah memiliki pasangan baru. Kesulitan tersebut pasalnya membuat banyak dari mereka yang mengalaminya menjadi bingung dan seakan terjebak di masa lalu secara terus-menerus.

Lantas, bagaimana caranya agar mudah untuk kita melupakannya? Tentunya kita harus analisa secara mendetil kira-kira hal apa yang membuat kita susah melupakan sosoknya di kepala kita.

Melansir Cosmopolitan, Minggu (18/9/2016), seorang pakar cinta sekaligus peneliti senior di Kinsey Institute bernama Helen Fisher telah menghabiskan beberapa tahun berupaya untuk mencari tahu alasan di balik kesulitan setiap orang melupakan mantan mereka dengan melakukan analisa secara biologis.

Ia menyimpulkan bahwa ada satu kondisi yang menjadi pusat atau titik kesulitan setiap orang melupakan mantannya.

Helen menyebutnya sebagai toxic ex-syndrome atau kesedihan pasca-perpisahan dengan sang mantan.

Kondisi ini tidak hanya menyerang pikiran saja namun berpengaruh besar terhadap otak sekaligus tubuh seseorang secara keseluruhan.

“Putus cinta menguras banyak energi, menguji kekuatan mental, memancing emosi dan memicu perubahan pada fisik seseorang,” ungkap Helen.

Ia kemudian menjelaskan bahwa hasil penelitiannya mengungkap fakta bahwa, ada sejumlah saraf dalam otak yang terganggu proses bekerjanya saat seseorang melihat sosok sang mantan, baik secara langsung atau melalui foto.

Terlepas dari sejumlah faktor seperti jangka waktu terakhir putus cinta, memiliki pasangan baru, kesibukan bekerja dan hal-hal serupa lainnya, Helen mengatakan seseorang akan tetap dihadapi kemungkinan besar kesulitan lupakan mantan mereka.

Cinta menurutnya seperti narkoba, membuat mereka yang terlibat kecanduan lantaran larut akan kenyamanan yang biasa didapat saat masih bersama.

Beberapa ilmuwan lainnya menyimpulkan bahwa cinta sama pentingnya dengan makanan dan minuman. Secara ilmiah, cinta terbukti membuat seseorang merasa bahagia, sehat, lebih kreatif, disayang, dipedulikan, percaya diri, dihormati, dihargai dan diakui.

Jadi, meski hubungan cinta tergolong singkat, rasa sakit saat putus cinta yang mana membuat seseorang sulit melupakan sang mantan cenderung akan tetap terasa berat.

“Seseorang kesulitan melupakan mantan lantaran merasa kehilangan stabilitas, rutinitas yang bersifat konsisten setiap harinya,” Helen lanjut menjelaskan.

Ini membuktikan bahwa susahnya melupakan mantan itu juga bisa dijelaskan secara biologis di mana saraf dalam otak terganggu jalan kerjanya saat sosok mantan teringat.

Tentunya ada sejumlah hal menyenangkan atau kegiatan rutin yang membuat diri seseorang bahagia, puas secara lahir dan batin sekaligus nyaman saat bersama sang mantan hingga otak pun tidak membiarkan ataupun merelakan orang tersebut untuk dengan mudahnya melepaskan sosok sang mantan dari kehidupannya.