Sukses

5 Penjelasan Di Balik Rasa Sakit Luar Biasa Saat Menstruasi

Liputan6.com, Jakarta Setiap wanita tentunya akan mengalami menstruasi saat dirinya pertama kali menginjak usia dewasa.

Menstruasi adalah sebuah proses fisiologis yang umumnya terjadi setiap bulan tergantung pada siklus kerja hormon seksual setiap wanita.

Proses ini kerap kali menyebabkan rasa sakit atau nyeri pada bagian perut. Meski ini dirasakan setiap wanita, namun tingkat rasa sakit berbeda-beda untuk setiap individu.

Ada yang merasakan nyeri ringan, pegal-pegal, tidak nyaman pada bagian pinggang, rasa lapar yang berlebihan, demam dan ada pula yang tidak merasakan apa-apa sama sekali.

Akan tetapi, rasa yang paling tidak diminati dan sayangnya dirasakan oleh beberapa wanita yang kurang beruntung yaitu, rasa sakit atau nyeri luar biasa. Rasa ini kerap membuat wanita terlampau lemas hingga kadang bisa membuatnya pingsan.

Mengapa kalau begitu beberapa wanita mengalami rasa sakit atau nyeri terlampau parah saat sedang menstruasi?

Melansir Health Everyday, Minggu (18/9/2016), ada 5 hal yang bisa menjadi alasan mendasar mengapa sakit atau nyeri yang dirasakan saat menstruasi sangat menyiksa bagi beberapa wanita.

Alasan pertama adalah kemungkinan mengidap penyakit Endometriosis atau kelainan pada sistem reproduksi wanita. Penyakit ini muncul ketika jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rongga rahim. Mereka yang terserang penyakit ini cenderung akan mengalami rasa sakit luar biasa saat menstruasi.

Alasan kedua cukup mirip dengan yang pertama dan lebih fokus pada alasan di balik rasa nyeri luar biasa saat menstruasi yaitu, kemungkinan memiliki penyakit Adenomyosis. Sebetulnya penyakit ini tidak jauh berbeda dengan Endometriosis, namun perbedaannya adalah penyakit ini terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di dalam dinding otot rahim, buka di bagian luar. Kondisi ini lebih umum terjadi pada akhir periode subur seorang wanita yang sudah memiliki anak.

Alasan ketiga adalah kemungkinan tumbuhnya non-kanker dari jaringan otot rahim yang disebut Uterine Fibroid. Wanita yang dideteksi dengan gejala mengarah pada pertumbuhan Uterine Fibroid ini umumnya mengalami pendarahan yang berlebihan sekaligus melewati siklus haid yang tidak beraturan.

Alasan keempat adalah pengonsumsian pil KB. Wanita yang mengonsumsi pil ini secara rutin lebih cenderung merasakan nyeri atau sakit tergolong sedang saat haid. Sedangkan mereka yang tidak mengonsumsinya akan lebih mungkin untuk tidak merasakan pengalaman menyakitkan tersebut setiap bulannya.

Alasan kelima adalah kemungkinan mengalami penyakit radang panggul atau Pelvic Inflammatory Disease. Wanita yang secara seksual tergolong aktif sangat rentan akan kemungkinan menjadi korban dari kondisi tak menyenangkan ini.