Deteksi Kanker Ovarium Kian Akurat

  • Berita
  • 0
  • 22 Jan 2010 22:52

100123bkanker-ovarium.jpg
Liputan6.com, Washington: Sekarang ini kemampuan untuk mendeteksi stadium awal kanker indung telur atau yang lebih dikenal dengan kanker ovarium dapat ditingkatkan lewat penggunaan USG dengan kontras yang sempurna dan dikombinasikan dengan analisis proteomic dari sampel darah. Itulah temuan sebuah penelitian di Amerika Serikat.

HealthDay, Kamis (21/1), menulis, analisis proteomic adalah studi protein, khususnya struktur dan fungsi protein. Ratusan protein telah teridentifikasi dapat berfungsi sebagai Biomakers untuk kanker ovarium dan membantu mendeteksi kanker tersebut pada tahap awal.

Penelitian ini dilakukan pada 21.500 perempuan di Amerika Serikat yang didiagnosis menderita kanker ovarium, dan hampir 15.000 wanita meninggal akibatnya. Kanker Ovarium ini menjadi momok kematian nomor lima di  Amerika.

"Begitu banyak perempuan yang tidak terdiagnosis sampai kanker tersebut berada pada stadium tingkat tinggi, dan USG dapat mendeteksi awal kanker ini, dan sangat perlu untuk divalidasi metode screening untuk mendeteksi tahap awal penyakit ini," ujar Dr. David A. Fishman dari Mount Sinai School of Medicine dan Vanderbilt University Medical Center.

Penelitian ini menyimpulkan agen-agen kontras dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan diagnostik USG untuk mengidentifikasi awal perubahan mikrovaskuler yang diketahui terkait dengan tahap awal kanker ovarium.

Secara terpisah, proteomics dan USG punya keterbatasan sebagai alat deteksi dini. Namun, jika berkombinasi, keduanya akan cenderung mampu mencegah stadium
lanjut kanker ovarium karena sudah terdetski di stadium awal. Yang paling penting, menyelamatkan kehidupan banyak wanita.(YUS)

Terpopuler