Sukses

Bahaya Makan Sekali Sehari demi Langsing

Liputan6.com, Jakarta Salah satu cara yang dipercaya bisa membantu menurunkan berat badan adalah dengan makan satu kali sehari. Tak sedikit wanita yang menjalani metode ini demi mendapatkan tubuh yang ideal.

Seperti puasa, makan satu kali sehari berarti Anda hanya makan di siang atau malam hari saja. Ini mungkin terdengar mudah bagi Anda yang akan menjalaninya. Namun, saat waktu makan tiba Anda akan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kalori dalam satu kali makan.

Tentu saja ada keburukan dari kebiasaan ini. Perut yang kosong dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, emosi, dan rasa lapar. Saat puasa, Anda justru bisa mengonsumsi makanan yang salah.

"Ketika Anda lapar dan mudah marah, Anda cenderung makan secara berlebih makanan yang tinggi karbohidrat, lemak dan kalori," kata Serena Marie, seorang ahli diet.

Namun, jenis puasa seperti ini tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Ada beberapa kelompok yang harus menghindari diet seperti ini. Misalnya, anak-anak, wanita hamil atau yang sedang berusaha untuk hamil. Sementara bagi pelari, diet seperti ini sangat efisien untuk menggunakan lemaknya sebagai bahan bakar sebelum berlari.

Dikutip laman Prevention, Kamis (15/9/2016), makan satu kali tidak direkomendasikan untuk dilakukan jangka panjang. Karena, Anda kemungkinan tidak cukup banyak makan buah dan sayuran atau 25 gram serat sehari dalam satu kali makan yang dipercaya bisa optimal memerangi penyakit kronis.

Menurut ahli, akan lebih baik jika Anda melakukan puasa selama 16 jam atau hanya melewatkan waktu sarapan. Hal tersebut dapat meningkatkan hormon pertumbuhan dan membantu sensitivitas insulin serta pembakaran lemak. Namun, semua jenis puasa bisa dilakukan hanya 1-2 kali seminggu oleh orang yang ingin diet dengan cara berpuasa.

(Aluna Swara)