Sukses

4 Hal yang Tidak Diketahui Semua Orang Soal Tubuh Perempuan

Liputan6.com, Jakarta Memahami wanita tidak mudah, apalagi yang terjadi di dalam tubuhnya. Ternyata kesulitan tersebut tidak hanya dihadapi pria namun juga para dokter dan bahkan wanita itu sendiri.

Ada sebagian informasi seputar tubuh wanita yang sudah beredar namun ternyata hanya sebatas mitos. Dilansir dari Live Science, Rabu (28/9/2016), berikut 4 mitos seputar tubuh wanita yang akan membuat Anda kaget:

1. Mitos: Dokter selalu tahu seorang wanita masih perawan atau tidak

Banyak orang mengira kalau seorang dokter atau ahli kesehatan tahu segalanya, termasuk soal masih perawan atau tidaknya seorang wanita saat dicek. Umumnya mereka akan berupaya mendeteksinya lewat selaput darah di area vagina.

Apabila selaput tersebut sudah dalam kondisi terbuka, maka sang dokter akan berasumsi bahwa wanita tersebut sudah hilang keperawanannya. Namun sebetulnya banyak hal yang bisa membuat selaput tersebut terbuka selain berhubungan seks.

Berolahraga terlalu keras, sering melompat di tempat, lalu juga aktivitas seperti berkuda juga dapat membuat selaput darah terbuka dengan mudahnya.

2. Mitos: Dampak kurang tidur pada wanita dan pria sama

Sebuah stud yang dipimpin oleh Edward Suarez di Duke University di mana setidaknya sekitar 120 orang terlibat, mengungkap fakta bahwa tidur yang kurang nyenyak, tidak hanya menyebabkan wanita lebih tertekan psikisnya, tapi juga menjadi lebih rentan terhadap potensi terserang penyakit.

Selain itu, studi para peneliti di University of Warwick pada tahun 2007 menemukan bahwa wanita yang tidur hanya lima jam atau kurang dari itu setiap malam, dua kali lebih mungkin menderita hipertensi dibandingkan wanita yang tidur tujuh jam atau lebih. Namun, kekurangan tidur pada pria tidak membawa dampak serupa.

3. Mitos: menopause menyebabkan dorongan seks menurun

Sebuah penelitian yang dipandu oleh Edward Laumann dan koleganya pada tahun 1994 silam membuktikan bahwa sekitar setengah dari wanita berusia lima puluhan masih berhubungan seks beberapa kali dalam sebulan.

“Meski wanita sementara waktu menjadi tidak mood, namun tidak ada hubungan langsung antara menopause dan gairah seksual,” ujar Vreeman.

4. Mitos: perempuan tidak bisa hamil selama menstruasi

Saat wanita yang sedang menstruasi berhubungan seks, sperma yang masuk ke tubuh wanita bisa menunggu sel telur hingga seminggu. Selain itu, ovulasi dapat terjadi segera atau selama fase siklus haid, sehingga kehamilan tetap bisa terjadi.