Sukses

5 Hal yang Senyuman Ungkap tentang Diri Anda

Liputan6.com, Jakarta Senyuman yang kita berikan, terkadang bisa membuat orang lain di sekitar kita pun ikut menjadi bahagia. Tapi, tahukah Anda bahwa senyuman bisa memiliki arti yang lebih dalam?

Studi menunjukkan bahwa arti dari perubahan senyum tergantung pada konteks sosial. Beberapa senyum membawa manfaat, sedangkan yang lain bisa mengungkapkan kelemahan yang tersembunyi.

Manusia lebih banyak tersenyum, tergantung pada siapa mereka berbicara, dan para ahli mengatakan bahwa senyuman dapat mengisyaratkan masa depan mereka. Dilansir dari Livescience, Rabu (14/9/2016), berikut adalah lima hal yang senyum Anda katakan:

1. Akankah pernikahan Anda bertahan lama?

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan tahun 2009 dalam jurnal Motivation and Emotion, cara bagaimana orang tersenyum dalam foto-foto lamanya dapat memprediksi keberhasilan mereka dalam pernikahannya nanti.

Dalam satu studi, psikolog menilai buku tahunan suatu perguruan tinggi dan melihat intensitas senyuman foto-foto di dalamnya, yaitu senyum lebar sampai otot di sekitar mulut dan mata meregang. Hasilnya, mereka menemukan bahwa orang yang tersenyum lebar, tidak ada yang bercerai di kemudian hari. Sedangkan 25 persen kebanyakan orang yang difoto dengan wajah datar, mengalami perceraian.

Selain itu, studi kedua yang dilakukan psikolog mengenai foto masa kecil para lansia yang berusia di atas 65 tahun, menemukan hasil yang sama. Di antara mereka dengan senyum terlebar di foto masa kecilnya, hanya 11 persen yang mengalami perceraian di kemudian hari dibandingkan dengan mereka yang hanya sedikit tersenyum, dengan risiko 31 persen.

Para peneliti melaporkan, hal ini karena senyuman yang lebih besar mungkin mencerminkan kehidupan yang bahagia di masa depan. Selain itu, juga dapat menarik pasangan dan hubungan yang lebih bahagia.

2. Bagaimana kesuburan Anda?

Beberapa studi menunjukkan, bahwa sebuah senyuman sehat dapat mencerminkan kesehatan Anda secara keseluruhan. Untuk wanita, tersenyum bahkan dapat mengungkapkan kesuburannya.

Menurut penelitian tahun 2009 dalam jurnal Obstetrics and Gynecology, wanita dengan penyakit gusi memerlukan rata-rata dua bulan lebih lama untuk hamil daripada wanita yang tidak memiliki penyakit tersebut.

Penyakit gusi dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, penyakit pernapasan, dan penyakit ginjal. Kaitan ini muncul akibat meningkatnya peradangan yang menyertai penyakit gusi. 

1 dari 2 halaman

Seberapa produktif di kemudian hari

3. Seberapa produktif Anda di kemudian hari?

Senyuman seorang remaja, dapat memprediksi berapa banyak uang yang akan didapatnya saat dewasa nanti. Menurut penelitian yang diterbitkan tahun 2012 dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, remaja yang bahagia, mendapatkan pendapatan 10 persen lebih banyak saat mereka dewasa, dibanding dengan pendapatan rata-rata orang berusia 29 tahun. Sementara remaja yang muram, mendapatkan pendapatan 30 persen lebih sedikit dari orang-orang di usia tersebut.

Para peneliti itu melaporkan bahwa kebahagiaan, mungkin terkait dengan kekhawatiran dan stres yang lebih sedikit. Sehingga mereka lebih mudah fokus pada tugas-tugas pekerjaannya.

4. Seberapa kuat status Anda?

Senyum tidak hanya tentang kebahagiaan, namun juga status sosial. Dalam studi tahun 1998 yang diterbitkan di jurnal Personality and Social Psychology Bulletin, disebutkan bahwa orang-orang yang memilik kekuasaan yang kuat serta orang-orang yang berinteraksi dengan orang yang juga memiliki kekuasaan yang sama, tersenyum ketika mereka merasa senang.

Sebaliknya, orang-orang dengan kekuatan sosial yang lebih rendah dari lingkungan sekitarnya, mereka berinteraksi dengan senyuman yang berbeda dari apa yang aslinya mereka rasakan.

Temuan menunjukkan bahwa orang yang memiliki kekuasaan yang kuat, memiliki hak istimewa untuk tersenyum ketika mereka sedang senang. Sedangkan orang dengan kekuasaan yang lebih rendah, mereka lebih diwajibkan untuk tersenyum.

5. Seberapa kuat Anda dalam bertarung?

Hubungan antara senyum dan kekuatan juga mempengaruhi dalam dunia kekuatan fisik. Dalam satu studi, seorang profesional bela diri yang tersenyum atau menyeringai dalam foto yang diambil sehari sebelum pertandingan lebih mungkin mengalami kekalahan dari mereka yang tidak tersenyum.

Peneliti melaporkan secara online dalam jurnal Emotion, tanggal 28 Januari 2013, mengatakan bahwa pertarungan adalah dominasi, dan tersenyum mungkin secara tidak sengaja akan memberikan sinyal bahwa mereka kurang dominan serta kurang agresif.

Kesimpulannya? Senyum akan bermanfaat dalam kehidupan sosial dan kebahagiaan Anda. Namun jika akan berhadapan dalam sebuah kontes dominasi lebih baik pasang wajah lebih serius atau garang.