Sukses

Kejadian Pahit Membawa Dokter Floren Mendalami Phytobiophysics

Liputan6.com, Jakarta Setiap manusia memiliki garis nasibnya sendiri. Dan setiap kejadian pastii memiliki tujuan tersendiri. Hal itulah yang diyakini dokter berparas ayu, Florentina R. Wahjuni. Berawal dari kejadian pahit di masa silam membuatnya mengenal dan mendalami kesehatan komplementer dari Inggris bernama phytobiophysics. Dan hingga kini, ia satu-satunya orang Indonesia yang memiliki sertifikat phytobiophsics internasional.

Dokter berparas ayu Florentina R. Wahjuni menjelaskan mengenai metode kesehatan komplementer phytobiophysics. (Foto: Liputan6.com/Yoppy Renato)

Sebagai seseorang lulusan fakultas kedokteran dan sudah menjadi dokter adalah umum bila mendirikan sebuah klinik bersama rekannya. Dokter Floren pun berencana seperti itu saat seorang teman mengajaknya mendirikan klinik 24 jam beberapa tahun silam.

Guna mempersiapkan kehadiran klinik tersebut, ia menyurvei tempat dan mempersiapkan hal lainnya dalam beberapa hari mulai dari pagi hingga malam hari. Dia begitu disibukkan oleh aktivitasnya saat itu, sehingga saat sang kakak menelepon ke rumah ia jarang ada.

Sesudah beberapa hari, dokter Floren ditanyai sang kakak mengenai kesibukannya. Ia pun menceritakan kepada kakaknya mengenai rencana pembuatan klinik 24 jam. Muncullah pertanyaan dari kakak mengenai pembagian tugas dan keuntungan. “Saat itu saya menjawab pada kakak, `Tidak tahu,`” ungkapnya.

Dokter  Florentina R. Wahjuni menceritakan perjuangannya sebelum mendalami metode kesehatan komplementer phytobiophysics. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Awalnya saham klinik tersebut milik dokter Floren, rekan, dan saudara rekannya. Perencanaan klinik pun dilakukan dengan pertemuan langsung. Seharusnya, pertemuan dilakukan di rumah dokter Floren pada suatu siang. Saat pagi hari mengonfirmasi ke temannya, lokasi pertemuan masih sama. Namun ditunggu hingga pukul 16.00, rekannya tak datang. Muncul keraguan.

“Saya mencoba menghubungi menanyakan kenapa tidak datang. Ia pun meminta maaf karena mendadak pertemuan dilakukan di rumahnya dan saya tidak diberi tahu,” kata Floren mengingat-ingat kisahnya.

Dongkol sudah pasti. Namun di sisi lain wanita lulusan fakultas kedokteran Atma Jaya Jakarta ini merasa bersyukur atas kejadian tersebut.

“Di balik malapetaka ada hikmahya. Kalau saya jadi kembangkan klinik 24 jam mungkin saya tidak bisa mengembangkan phytobiophysics seperti saat ini,” ungkap dokter Floren jujur.

1 dari 4 halaman

Belajar phytobiophysics dari ahlinya

Mundur dari usaha klinik 24 jam, dokter Floren mengenal metode kesehatan komplementer phytobiophysics dari internet.

Ini merupakan teknik penyelarasan energi tubuh. Bertujuan agar kesadaran spiritual, mental, emosional, dan fisik menjadi harmoni. Sehingga tubuh pun jadi sehat seluruhnya.

Sistem kerja phytobiopysics adalah memfasilitasi kemampuan bawaan tubuh untuk menyembuhkan diri sendiri. Proses ini merupakan penyembuhan yang dilakukan alami sehingga tidak menimbulkan efek samping pada bagian tubuh lain.

Dokter  Florentina R. Wahjuni di ruang praktiknya di RS Meilia Cibubur (Foto: Liputan6.com/Yoppy Renato)

Pada 2004, dokter Floren pun mengirimkan surel berisi keinginannya mempelajari phytobiophysics di Malaysia. Bak gayung bersambut, dokter Floren mendapat telepon dari Malaysia dan berkesempatan mempelajari phytobiophysics ini.

Proses belajar bisa dilakukan pergi-pulang. Sehingga dokter Floren bolak-balik Indonesia–Malaysia belajar langsung pendiri phytobiophysics, Profesor dokter Diana Mossop.

Dokter  Florentina R. Wahjuni (Foto: Liputan6.com/ Yoppy Renato)

Di 2009, dokter Floren berhasil menjadi orang pertama Indonesia yang berhasil meraih Certificate of Qualification in Phytobiophysics International. Ia pun mencoba mempraktikkan pelajaran tersebut pada saudara dan teman. Banyak yang mengatakan keluhan penyakitnya berkurang setelah diterapi oleh dokter Floren. Hal ini pun membuat namanya makin dikenal.

2 dari 4 halaman

Tangani ribuan pasien

Tangani ribuan pasien

Hingga 2016, dokter Floren sudah menangani sekitar enam ribu pasien. Berbagai keluhan penyakit datang padanya. Paling banyak yakni alergi, gangguan pencernaan, gangguan konsentrasi, gangguan stres dengan aneka manifestasi, masalah hormon hingga kesuburan.

Banyak yang mengalami peningkatan kesehatan setelah menjalani perawatan dan terapi darinya. 

“Biasanya pasien yang sudah datang pada saya, kemudian merekomendasikan pada temannya bilang begini ‘Kamu telepon sendiri ke dokter Floren ya, aku juga bingung jelasinnya gimana’,” tuturnya sambil tertawa.

Dokter Floren mengakui memang tidak mudah menjelaskan cara kerja metode kesehatan komplenter phytobiophysics ini. Intinya phytobiophysics merupakan teknik penyelarasan energi tubuh agar kesadaran spiritual, mental, emosional, dan fisik inividu menjadi harmonis.

“Dalam phytobiophysics, masing-masing organ tubuh memiliki gelombang elektromagnetik tersendiri dengan panjang tertentu dan warna tersendiri. Oleh karena itu dasarnya dalam phyitobiophysics adalah muscle respond test,” tuturnya.

Sehingga ketika diperiksa oleh dokter Floren jangan bayangkan ia akan menggunakan stestokop atau alat pengukur tekanan darah. Tidak. Dokter Floren akan menggunakan tubuhnya sendiri sebagai semacam "scanner" untuk mengetahui energi dari organ tubuh pasien melalui muscle respond test.

Dokter  Florentina R. Wahjuni saat melakukan muscle respond test (Foto: Liputan6.com/ Yoppy Renato)

Caranya pasien dan dokter Floren duduk berhadap-hadapan. Pasien akan diminta mengangkat 90 derajat tangan kanannya. Lalu dokter Floren akan memegang bagian tangan sementara tangan kiri mendekati organ tubuh yang dituju, dari kepala hingga bawah.

Ketika ada organ tubuh memiliki energi lemah atau sakit, tangan kanan pasien yang disentuh dokter Floren akan sedikit turun ke bawah.

Lalu, untuk mengetahui kondisi hormon tubuh seseorang, dokter Floren akan mengarahkan jari pasien ke sebuah buku untuk melakukan test tape. Di dalamnya berisi tabel yang berisi nama hormon dan tempelan kertas. Rupanya dalam tempelan kertas tersebut ada energinya.

Buku test tape untuk mengecek energi dari hormon pasien dokter Florentina R. Wahjuni (Foto: Liputan6.com/ Yoppy Renato)

Bila ada organ tubuh yang memiliki energi lemah, dokter Floren akan memberikan terapi berupa remedi yakni pil berisikan energi pohon. Dahulu memang menggunakan pil energi bunga. Namun pendiri phytobiophysics, Diana, menemukan energi pohon lebih besar dibandingkan bunga.

“Pohon dan bunga itu berfotosintesa. Hasil fotosintesa itu kan sebagai energi tumbuhan itu. Kemudian energi tersebut diambil lalu diikat ke tablet-tablet dengan rasa manis dari gula alami sehingga aman untuk diabetesi dan anak-anak,” katanya.

Salah satu terapi yang diberikan kepada pasiennya adalah pil energi yang berasal dari pohon. (Foto: Liputan6.com/ Yoppy Renato)

Dengan dibantu terapi pil energi ini, tubuh orang tersebut lebih mampu melakukan proses penyembuhan diri sendiri.

“Proses penyembuhan diri sendiri semua orang punya. Cuma kalau energi enggak bagus proses penyembuhan diri enggak bagus juga. Jadi penyakit sembuh,  lebih enak juga,” tutur wanita kelahiran Jepara, 28 Desember 1968.

Pada beberapa kasus, dokter Floren sering sekali menemukan kejadian sakit yang bukan hanya berasal dari fisik semata, melainkan juga akibat psikis yang kurang sehat berdampak pada fisik. Seperti orang yang mengalami sakit maag yang sudah makan teratur dan menghindari makanan yang dipantang namun keluhannya masih saja datang bisa jadi ada masalah pada psikisnya.

“Lambung itu seperti apa sih? Seperti kantong nasi itu seperti pundi-pundi uang terkait dengan kemakmuran. Jadi orang yang sakit maag terus-menerus sampai sudah berobat, sudah begini sudah begitu itu harus menelaah kenyamanan finansial seperti apa. Jangan-jangan kaya tapi memikirkan saingan gimana ya, tagihan bulan depan gimana ya. Hal-hal seperti itu perlu ditelaah. Amat sering kasus maag terjadi karena tanpa disadari memiliki pemikiran tersebut,” katanya

Pasien yang datang kepadanya akan bertemu dengannya bukan dalam hitungan menit, tapi sekitar satu jam atau lebih. Bukan hanya pemeriksaan energi, tapi juga pemberian konseling yang berpengaruh terhadap kesehatan secara utuh.

“Sekitar 80 persen penyakit timbul karena pikiran. Makin ke sini, makin banyak pikiran yang enggak benar. Jadi saya butuh waktu satu-dua jam untuk memberikan konseling terkait perbaikan mental,” katanya.

3 dari 4 halaman

Awet muda

Selama berbincang dengan Health-Liputan6.com di pekan pertama September 2016, senyum sering menghiasi wajahnya. Membuat paras ibu tiga anak ini semakin ayu. Siapa sangka, di 2016 ini usianya menginjak 48 tahun.

"Padahal saya dulu pas umur 20-an dibilang muka tua lho. Hehe.....," tuturnya.

Dokter Florentina R. Wahjuni pakar metode kesehatan komplementer phytobiophysics. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Dokter Floren mengatakan bahwa bisa jadi yang membuat wajahnya tetap awet muda ini adalah rasa syukurnya terhadap apa yang ia miliki. Dahulu saat masa-masa kuliah, ia sering merasa dirinya kurang dan orang lain selalu lebih baik.

Mensyukuri nikmat Tuhan yang ada sekarang, tanpa ia kira malah membuatnya senantiasa cantik di usia yang hampir setengah abad itu.