Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

Lanjutkan Stop Disini

Darah Perawan hingga Daging Kambing: Mitos dan Fakta Seputar Seks

Liputan6.com, Jakarta Seks, hingga kini masih sering dipahami masyarakat sebagai sesuatu yang tabu. Tak jarang, seks muncul sebagai olok-olokan yang dipercakapkan secara vulgar, sensasional bahkan cabul.

Karena tabu untuk dibicarakan, muncul beragam persepsi seperti, perempuan yang tidak kunjung hamil disarankan makan kecambah, lalu tindik pada alat genital pria dianggap memuaskan wanita saat berhubungan seks, dan wanita yang perawan akan mengeluarkan darah saat pertama bercinta.

Lalu apakah beragam persepsi yang muncul di masyarakat merupakan fakta? Atau mitos yang harus dienyahkan? Bagaimana menjawab nya? Zoya Dianaesthika Amirin, Psikologi Sexual, menjawab pertanyaan seputar mitos dan fakta seks :

Apakah anal seks bisa membuat hamil? Lalu jika memakai alat kontrasepsi apakah dijamin tidak akan hamil?

Jadi pasangan ingin melakukan hubungan seksual tetapi tidak ingin hamil, bisa menggunakan double kontrasepsi. Lalu muncul pertanyaan, apakah alat kontrasepsi seperti kondom, bisa bocor? Jawabannya 99 persen aman kok. Namun, dari faktor eksternal alat kontrasepsi itu bisa kedaluwarsa. Menggunakan alat kontrasepsi itu berfungsi untuk mencegah kehamilan, dan penularan HIV/AIDS positif. Untuk anal seks itu memang tidak bisa membuat wanita menjadi hamil.

Seperti apa pacaran sehat itu? Dan sampai mana batasan-batasan untuk pacaran? Apa benar jika payudara wanita seringkali diraba itu bisa membuat ukuran payudara bertambah besar?

Pacaran sehat itu jika anda tidak merasa terangsang dengan pasangan anda itu pacaran sehat. Tetapi, kalau anda melakukan sesuatu yang membuat tangan terangsang, badan terangsang sampai bagian alat vital terangsang, jangan diteruskan.

Anatomi tubuh tidak bisa semudah itu membesar atau mengecil, jadi tanggapan untuk payudara sering di raba akan bertambah besar itu salah. Karena, banyak faktor bisa dari keturunan memiliki payudara besar, bisa juga dari konsumsi makanan. Baca artikel tentang bentuk payudara wanita dengan mengeklik tautan ini.

Apa arti istilah matang seksual itu?

Matang seksual itu bisa disebut juga pubertas. Perempuan yang sudah menstruasi dan lelaki yang sudah mimpi basah. Tanda seksual sekunder pada pria misalnya, badan berotot dan tumbuh bulu ketiak. Pada perempuan yang matang secara seksual ditandai dengan tumbuhnya payudara, pinggul membesar dan bisa hamil. Laki-laki yang sudah matang seksual bisa menghamili perempuan yang sudah matang juga.

Mitos atau fakta tentang pernyataan laki-laki banyak mengkonsumsi daging kambing, maka gairah seksnya jadi lebih meningkat?

Ini adalah pernyataan yang epik sepanjang masa, dan ini cuma ada di Indonesia. Mungkin banyak yg suka makan kambing, maka orang berasumsi makan daging kambing nantinya akan panas di ranjang, supaya membuat orang di ranjang panas. Mereka mengibaratkan seks itu seperti lampu, kalau mau switch oke. (Simak artikel tentang Enam Mitos tentang Hubungan Seks dan Keperawanan.)

Di luar itu semua banyak faktor yang mempengaruhi sebelum dan saat bersenggama. Pemanasan cewek itu butuh waktu yang lama untuk foreplay, dan cobalah untuk membuat pasangan anda merasa nyaman dan senang di dekat anda. Jadi pernyataan memakan kambing mempengaruhi gairah seks itu tidak benar. Memang makan kambing enak, tapi kalau mengantuk setelah memakannya, jadi tidak bisa berhubungan intim.

Di akhir perbincangan Zoya berpesan agar bersikap kritis terhadap pernyataan-pernyataan seputar seks, baik mitos ataupun fakta. Karena saat ini sudah masuk ke zamannya edukasi, jadi semua bisa di pelajari dan di ketahui lebih dalam untuk pengetahuan tentang seks.

Simak kelanjutan artikel dan video lengkap perbincangan tentang mitos dan fakta seputar seks bersama Zoya Amirin dengan mengeklik tautan berikut ini.

** Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya yang sedang populer: Paksa Artis, Industri Film Porno Jepang Meminta Maaf. Yuk, berbagi di Forum Liputan6.

Penulis : Siti Nuraini Safitri (Universitas Pancasila)

Video Populer

Foto Populer