Sukses

Statin Terbukti Bantu Perfoma Pria di Ranjang

Liputan6.com, Jakarta- Golongan obat statin yang digunakan untuk menurunkan jumlah kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida tak hanya membantu mencegah stroke dan jantung. Sebuah studi terbaru mengungkap bagaimana obat ini mampu mempertahankan ereksi pada pria.

Peneliti utama, Dr Alexios Samentzas, mengatakan, 43 persen peserta studi yang mengalami disfungsi ereksi kembali memiliki kemampuan bercinta setelah mendapatkan statin--meskipun juga diresepkan  sildenafil [Viagra]. 

"Tapi yang penting adalah bahwa dengan meningkatkan kadar kolesterol, pasien juga mendapatkan manfaat dari ereksi yang lebih baik. Ini seperti win-win solution. Dan pasien tidak perlu mengambil obat khusus untuk disfungsi ereksi," katanya, seperti diberitakan Mirror, Rabu (31/8/2016).

Menurut Samentzas, statin bekerja dengan meningkatkan pembuluh darah dan aliran darah. Para peneliti bahkan terkejut dan senang dengan penemuan ini.

Studi ini melibatkan 100 pria yang menderita disfungsi ereksi dan kolesterol tinggi. Setengah diantaranya diberikan resep statin selama tiga bulan. 50 lainnya tidak menerima pengobatan.

Semua orang, rata-rata berusia antara 40 dan 70. Mereka semua diwajibkan mengisi sebuah score card disebut the International Index of Erectile Function untuk mengetahui pengaruh obat. Hasilnya, skor dari orang-orang yang mendapat statin ternyata lebih baik.

"Diperkirakan pil dapat memberikan membantu pembuluh darah melebar dan meningkatkan aliran darah ke penis," ujar Samentzas.

Para ilmuwan dari rumah sakit umum Elpis di Athena mempresentasikan temuan mereka di European Society of Cardiology kongres tahunan di Roma. 

Meski statin dinilai memiliki manfaat seksual bagi pria, namun pil ini tampaknya tidak akan diresepkan untuk kondisi tertentu seperti misalnya tidak memiliki faktor risiko kardiovaskular--setidaknya dalam waktu dekat tidak pernah mengalami sakit jantung, kata para peneliti. 

Dalam studi lain, menunjukkan statin juga dapat mengurangi risiko kanker dan demensia. Walaupun ada juga yang skeptis menilainya karena obat ini menyebabkan efek samping, termasuk nyeri otot.