Sukses

Aspirin Juga Bisa Mencegah Luka di Lever

Liputan6.com, Jakarta Satu dosis aspirin bisa mencegah kerusakan hati atau lever yang disebabkan parasetamol atau konsumsi alkohol. Tim Yale University dalam Journal of Clinical Investigastion menjumpai, penggunaan aspirin mengurangi tingkat kematian pada tikus yang mengalami overdosis parasetamol.

Para ahli yakin, aspirin akan mengganggu jalur kimia yang memicu peradangan hati. Meski demikian, British Liver Trust mengatakan hal ini belum terbukti membantu pada manusia.
Jumlah penderita sirosis hati meningkat karena orang minum alkohol lebih banyak dan mengalami overdosis parasetamol, dengan total 100 kematian per tahun.

Para ahli melihat, rangkaian reaksi dari peradangan hati bisa diawali oleh kerusakan akibat asupan alkohol dan parasetamol.

Penelitian terakhir menunjukkan, tikus cenderung bisa bertahan setelah diberi asetaminofen (bahan aktif dalam parasetamol) terlalu banyak dan bila mereka juga diberi aspirin dosis kecil. Itu karena terjadi hambatan reseptor kimia pada sel hati. Adalah reseptor yang memicu respon peradangan.

Para peneliti lantas mengisolasi molekul yang disebut TLR antagonik, yang dapat menghambat reseptor ini.
“Banyak faktor, seperti obat dan alkohol, yang dapat menyebabkan kerusakan hati. Untunglah kami menjumpai dua jalan penghambat jalur pusat yang bertanggung jawab terhadap luka hati,” kata Dr. Wajahat Mehal, pemimpin penelitian.

“Strategi kami adalah menggunakan aspirin dalam dosis dasar guna mencegah luka hati. Bila telanjur terjadi luka, digunakan antagonis TLR untuk menanganinya,” katanya. ”Pendekatan baru dan sangat praktis ini menawarkan kemungkinan adanya pengurangan nyeri dan penderitaan pada pasien penyakit hati.”

Penting untuk diingat bahwa tidak ada satupun upaya yang secara klinis terbukti bisa melindungi hati dari penyalahgunaan alkohol. Karena itu, para peneliti merekomendasikan agar setiap orang yang memakai aspirin lebih dari beberapa hari sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Mereka mewanti-wanti bahwa aspirin dapat menyebabkan iritasi pada dinding lambung dan meningkatkan risiko perdarahan.