Sukses

Tips Sembuhkan Hubungan Setelah Perselingkuhan

Liputan6.com, Jakarta Perselingkuhan dapat memberikan konsekuensi yang menghancurkan pasangan dan sering disebut sebagai penghancur utama hubungan, mengalahkan permasalahan emosional dan kekerasan fisik. Namun, lebih dari setengah pasangan yang sudah menikah, memutuskan untuk bertahan daripada berpisah.

Sayangnya, proses penyembuhan akibat perselingkuhan tidak hanya terjadi dalam satu malam saja, bahkan, pasangan paling berkomitmen sekalipun bisa mengalami sakit hati, dilumpuhkan rasa bersalah, dan kebencian akibat suatu perselingkuhan.

Untuk menyembuhkan hubungan tersebut, berikut ini adalah tips yang diberikan oleh psikolog klinis, Dr. Janis A. Spring, mengenai cara menyembuhkan hubungan setelah ada perselingkuhan, seperti yang dilansir dari Reader's Digest, Kamis (25/8/2016) :

1. Kejujuran adalah nomer satu

Cara bangkit dari perselingkuhan, Spring meminta agar pihak yang menjadi korban, memberikan secara detail keluhan mereka pada pasangannya, secara emosional dan tidak tanggung-tanggung.

“Sangat penting bahwa orang yang tersakiti tersebut merasa didengar. Karena, sangat mudah merasa gila akibat kesedihan yang mendalam dan mereka  (korban selingkuh) perlu memahami, bahwa mereka memiliki bahasa yang bisa digunakan untuk memberitahukan rasa sakit yang mereka rasakan,” ujarnya.

2. Menjadi saksi

Banyak orang yang tidak setia merasa "lumpuh" akibat rasa bersalah, mereka melihat perselingkuhan sebagai kerusakan yang tidak bisa diperbaiki. Namun mereka seringkali keliru, karena mendesak pasangannya untuk menempatkan rasa sakit jauh di belakang mereka, daripada meluangkan waktu untuk berduka.

Spring menegaskan, yang benar para pelanggar hubungan lebih baik menjadi saksi atas rasa sakit yang mereka sebabkan, dibanding membela diri atau membelokkan dampak. Selain itu, penting bagi mereka untuk mengambil tanggung jawab untuk kembali membangun kepercayaan pasangannya.

3. Permintaan maaf tertulis

Setelah pelanggar hubungan telah mendengarkan semua keluh kesah dan kesedihan pasangannya, ia menganjurkan agar mereka menulis secara rinci surat khusus yang membuktikan bahwa memang benar mereka memahami kesedihan yang mereka sebabkan.

“Jaminan verbal, menjanjikan bahwa Anda tidak akan melakukannya lagi. Mereka harus membuktikan bahwa mereka telah mendengar dan mengerti perasaan pasangan di tingkat yang paling dalam, serta hal ini akan secara spesifik memberitahu mereka tentang dampak perbuatannya. Setelah itu, ambil tindakan untuk tidak melakukannya lagi di masa depan,” ungkapnya.

4. Berbagi tanggung jawab

Spring mengakui, bahwa orang yang pernah berselingkuh, harus menanggung 100 persen kesalahannya (karena “memang tidak ada yang memaksa Anda untuk berselingkuh”), namun pihak yang diselingkuhi, harus mengetahui perannya dalam membina hubungan yang bahagia, namun sangat kecil yang menyadarinya.

Orang yang sudah tersakiti tersebut, juga harus melihat bahwa mereka memiliki tangan yang dapat membantu pasangannya dari masalah selingkuh yang pernah dilakukannya, serta sama-sama mengambil langkah untuk memastikan keintiman emosional yang lebih besar di masa depan.

5. Membuat peraturan

“Ada cara khusus untuk mendapatkan kembali dan memberikan kepercayaan agar hubungan bisa kembali pulih,” ujarnya. Ia menganjurkan pasangan tersebut membangun peraturan ketat yang tidak bisa dinegosiasi di awal proses penyembuhan.

“Orang yang menjadi korban perselingkuhan, dapat meminta pasangan mereka untuk selalu menjawab teleponnya, bahkan jika mereka tidak memiliki percakapan. Jika seseorang memiliki suatu hubungan online, mereka juga dapat menuntut pasangannya yang dulu pernah berselingkuh untuk selalu bisa melihat apa yang ia lakukan ketika pasangannya tersebut sedang memainkan ponsel atau sedang berada di depan komputernya. Untuk melihat apa yang pasangannya sedang lakukan,” ujarnya.

 

Video Populer

Foto Populer