Sukses

6 Terapi Alami untuk Atasi Insomnia

Liputan6.com, Jakarta Tidur nyenyak tanpa gangguan di malam hari menjadi harapan semua orang. Namun ada jutaan orang di luar sana yang berjuang untuk bisa terlelap di malam hari. Meski terdengar sederhana, bagi penderita insomnia ini menjadi masalah besar yang ingin segera mendapat pertolongan. Meski ada beberapa obat yang bisa membantu tidur dengan mudah, tapi para penderita insomnia tetap ingin mengontrol tidur mereka tanpa tergantung pada obat-obatan.

Menurut American Academy of Sleep Medicine, 40 persen orang dewasa di Amerika Serikat setiap tahun mengalami insomnia. Sementara itu, sekitar 10 -15 persen orang menderita insomnia kronis. Beberapa perawatan alami berikut telah terbukti secara ilmiah mampu mengatasi gangguan tidur, seperti insomnia, seperti dikutip dari Medical Daily, Rabu (24/8/2016).

Terapi cahaya

Meredupkan lampu sebelum tidur dapat membantu kita cepat terlelap, karena pencahayaan yang rendah di malam hari dapat memicu produksi melatonin, hormon yang menginduksi tidur. Sementara saat pagi hari atau siang hari yang cerah membantu menutup produksi melatonin.

Terapi perilaku kognitif

Pedoman dari American College of Physicians (ACP) yang diterbitkan di Annals of Internal Medicine menemukan terapi perilaku kognitif (CBT-I) adalah pengobatan terbaik pada lini pertama untuk insomnia, daripada penggunaan pil tidur.

Sebuah studi 2014 menemukan satu jam dari terapi ini membantu 73 pasien untuk meningkatkan kualitas tidur mereka. Sementara penelitian lain menemukan 86 persen pasien mengalami pengurangan insomnia.

CBT-I melibatkan pendekatan baru dengan pikiran dan perilaku yang mempengaruhi tidur. Oleh karena itu, upaya gigih sangat penting, dan pasien harus menyadari gejala yang memperburuk tidur mereka. CBT-I bisa tampak lebih rumit daripada obat karena melibatkan upaya jangka panjang dan tindak lanjut, tetapi dukungan dan dorongan bisa membantu pasien mematuhi terapi ini.

Hipnoterapi

Hipnoterapi untuk insomnia dapat membantu pasien rileks dan jatuh ke dalam tidur. Dalam sebuah studi 2014 yang diterbitkan dalam jurnal Sleep, wanita yang mendengarkan rekaman audio tidur yang mengandung hypnosis memotong 2/3 waktu terjaga mereka dan menghabiskan 80 persen lebih untuk tidur nyenyak dibandingkan dengan wanita yang tidak melakukan hipnoterapi.

Hypnosis untuk insomnia bertujuan untuk menghasilkan perubahan positif yang akan membantu menghilangkan pola gangguan tidur yang telah tertanam di alam bawah sadar.

Aromaterapi

Aroma lavender diketahui menimbulkan rasa tenang, rileks, dan tidak mengejutkan tidur. Studi menunjukkan pijat dengan minyak esensial, khususnya lavender, dapat meningkatkan kualitas tidur, mood lebih stabil, konsentrasi lebih baik, dan mengurangi kecemasan.

Penelitian menunjukkan aroma terapi lavender memperlambat aktivitas sistem saraf, yang membantu meningkatkan kualitas tidur yang baik dan suasana hati positif pada mereka dengan gangguan tidur.

Suplemen herbal

Melatonin adalah suplemen yang paling populer untuk tidur, menurut American Academy of Sleep Medicine. Ini dapat membantu penderita insomnia melewati gangguan tidur sementara.

Sebuah jurnal yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE tahun 2013, menemukan melatonin dapat membantu orang tertidur lebih cepat, memperpanjang waktu tidur, dan meningkatkan kualitas tidur mereka secara keseluruhan. The Mayo Clinic menyarankan untuk minum dosis tunggal 0,5-5 miligram sebelum tidur atau sebagai dosis harian selama 1-3 bulan.

Akupunktur

Akupunktur mungkin dapat meningkatkan sekresi produksi melatonin. Sebuah studi tahun 2004 yang diterbitkan dalam Journal of Neuropsychiatry dan ilmu saraf klinis menemukan setelah lima minggu pengobatan akupunktur, ada peningkatan yang signifikan dalam produksi melatonin, meningkatkan waktu tidur total dan kualitas tidur. Prosedur akupunktur tertentu memiliki tingkat keberhasilan hampir 90 persen untuk pengobatan insomnia.