Sukses

Tips Tingkatkan Rasa Percaya Diri Anak Obesitas

Liputan6.com, Jakarta Obesitas anak merupakan salah satu permasalahan di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya pola asuh orangtuanya yang membiarkan anak makan apa pun.

"Namun akibat badannya mengalami obesitas, terkadang anak-anak lain mengejek bahkan mem-bully-nya," ujar psikolog anak dan keluarga, Dra Naomi Soetikno, Psi, MPd, saat talkshow media "Yuk Main di Luar" di Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Umumnya yang terjadi pada korban bullying adalah rasa percaya diri yang turun. Untuk membangun kembali rasa percaya diri anak, ada beberapa tahapan yang perlut diperhatikan seperti yang dijelaskan oleh Naomi:

1. Anak perlu menerima dirinya
"Kalau anak obesitas, bantu dia untuk menerima dirinya. Bukan (menerima) obesitasnya, tapi kemampuan-kemampuannya yang lain, seperti suka membantu orangtua atau pintar matematika," ungkapnya.

2. Mengerti kelebihan dan kekurangan
"Ajak anak untuk mengerti apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya, misalnya jika ia tidak bisa mengurangi nafsu makannya," ujarnya.

3. Ajak berpikir apa yang bisa dilakukan ketika sedang di-bully
Ajak anak berpikir, apa yang bisa dilakukannya ketika ia sedang diejek. "Misalnya, 'Kalau aku diejek sama teman, apa yang bisa aku lakukan?'. Orangtua membantu anak untuk mengatasi masalahnya sendiri bukan orangtua yang turun tangan," katanya.

4. Berikan pujian
"Misal anak kita di-bully atau diejek temannya, kemudian ia berpikir 'Kalau aku lagi diejek, aku tinggalkan tempat itu'. Kalau anak sudah melakukan hal yang benar, beri ia pujian bahwa apa yang dilakukannya sudah benar," ujarnya.

Setelah itu, orangtua juga bisa mengajaknya berpikir bahwa dengan memiliki tubuh yang lebih ramping akan membuatnya lebih mudah melakukan aktivitas sehari-hari. Sehingga anak akan merasa tertantang untuk berusaha menurunkan berat badannya. Namun hal ini harus dengan bimbingan dan arahan dari kedua orangtua mengenai pola makan dan gaya hidup yang sehat.

Artikel Selanjutnya
Ibu Ini Ajarkan, Tak Selamanya Anak Harus Berbagi
Artikel Selanjutnya
7 Perilaku Anak yang Berbahaya bila Diabaikan