Sukses

Teman Kita Terbukti Berkurang Drastis Saat Usia 25 Tahun, Kenapa?

Liputan6.com, Jakarta- Kebanyakan orang menilai hubungan pertemanan semasa SD hingga SMA sebagai yang paling spesial dan abadi. Stigma yang sangat melekat pada masa-masa itu adalah, semakin banyak teman, semakin baik.

Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia kita, tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah teman secara signifikan berkurang. Ini memang merupakan hal umum yang dirasakan setiap individu lantaran teman-temannya mungkin sudah menikah, mempunyai anak atau berdomisili di kota atau negara lain.

Namun, banyak juga faktor lain yang mungkin menjadi alasan mengapa jumlah teman kita berkurang seiring dengan bertambahnya usia kita. Sebuah penelitian yang dilakukan belum lama ini oleh sejumlah ilmuwan dari dua universitas terkemuka yaitu, Aalto University di Finlandia dan Oxford University di Inggris, mengungkap fakta bahwa jumlah teman seseorang berkurang drastis saat dirinya menginjak usia 20-an atau di fase memasuki umur kepala dua.

Melansir CNN, Rabu (10/8/2016), para ilmuwan menggunakan informasi yang diperoleh dari data selular 3 juta orang. Mereka kemudian menganalisis data tersebut dan memberikan kesimpulan mereka berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan terhadap jumlah atau frekuensi penggunaan telepon, jumlah orang yang dihubungi, aktivitas keseharian mereka dan informasi lainnya yang bisa dijadikan bahan analisa.

Baik pria maupun wanita dinilai sangat rentan untuk kehilangan teman terutama saat menginjak usia 25 tahun. Wanita diketahui lebih cepat kehilangan teman dibandingkan laki-laki.

Banyak alasan atau faktor di balik berkurangnya jumlah teman terutama pada wanita. Salah satu yang paling memungkinkan adalah pernikahan dan dedikasi waktu untuk buah hati. Banyak wanita menikah muda atau memilih jalur tersebut, sementara pria bisa menikah kapan saja.

Mereka yang sudah menikah waktunya banyak tersita dengan urusan rumah tangga dan juga anaknya dan ini membuat mereka jauh atau tidak sesering dulu menghampiri atau menghubungi temannya. Faktor lain seperti pekerjaan juga mampu memisahkan seseorang dengan sahabatnya.