Sukses

Pahami Gagal Jantung pada Anak-Anak

Liputan6.com, Jakarta- Penyakit jantung seringkali menyerang orang dewasa, namun penyakit ini juga bisa menyerang anak-anak. Mengapa bisa?

Untuk tumbuh kembang seorang anak, jantung perlu mempertahankan fungsi pompa yang normal agar aliran darah ke seluruh tubuh tetap optimal. Namun terkadang jantung anak tidak berfungsi secara normal.

Istilah gagal jantung digunakan untuk mendeskripsikan kondisi jantung yang tidak berfungsi dengan baik. Gagal jantung yang terjadi pada orang dewasa karena efek merokok, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit arteri koroner, dan katup jantung yang buruk.

Namun, gagal jantung juga bisa terjadi pada bayi yang baru lahir, balita, dan remaja dengan alasan yang lain.

Karena gagal jantung memiliki penyebab dan hasil yang berbeda, maka penting sekali untuk mendiagnosis anak-anak seperti yang dilansir dari heart, Selasa (2/8/2016):

1. Kegagalan oversirkulasi
Sekitar satu persen dari semua bayi yang baru lahir akan memiliki beberapa jenis cacat jantung struktural. Dalam beberapa cacat ini, ada lubang diantara bilik kanan dan kiri jantung, sehingga membuat darah bercampur di dalam jantung bayi. Kegagalan oversirkulasi ini merupakan cacat jantung bawaan.

2. Kegagalan pompa jantung
Seperti pada orang dewasa, jantung anak juga dapat mengembangkan kegagalan pompa jantung. Hal ini disebabkan oleh infeksi virus yang merusak otot jantung yang normal, atau ada masalah dengan arteri koroner yang terjadi sejak lahir, ataupun adanya infeksi yang mencegah aliran darah yang lancar ke jantung.

Cara mengidentifikasi gagal jantung pada bayi dan anak-anak adalah dengan memperhatikan beberapa hal ini:

Pertama, biasanya mereka kesulitan bernafas, kemudian memiliki nafsu makan yang buruk. Selain itu, pertumbuhan mereka juga dikategorikan cukup buruk yanhg mana diselingi dengan keringat berlebihan dan kerap kali tekanan darahnya terdeteksi rendah. 

Gejala gagal jantung juga dapat terlihat seperti penyakit lainnya, seperti sakit perut, pneumonia, ataupun infeksi pernapasan lainnya. Jika dokter mencurigai bahwa anak Anda memiliki gejala gagal jantung, maka scan x-ray di dada bisa dilakukan untuk memastikan.

Anak juga mungkin akan dirujuk untuk melakukan tes elektrokardiogram (EKG) untuk mengevaluasi irama jantung atau melakukan USG jantung (ekokardiogram) untuk mengevaluasi struktur jantung dan fungsinya.

Kedua tes ini tidak menyakitkan bagi anak, namun tergantung pada usia dan dan kemampuan anak untuk bekerjasama dengan dokter. Jika anak tidak bisa bekerjasama, mungkin obat penenang yang ringan diperlukan untuk mendapatkan hasil tes yang terbaik.