Sukses

Penyebab Kematian Mendadak pada Kaum Muda dan Gejalanya

Liputan6.com, Jakarta - Kematian mendadak pada mereka yang berusia di bawah 35 tahun seringkali karena cacat jantung yang tersembunyi atau kelainan jantung yang diabaikan. Ketika hal ini terjadi, biasanya aktivitas fisik sedang dilakukan. Namun, apa yang menyebabkan kematian jantung mendadak pada kaum muda?

Penyebab kematian jantung mendadak pada kaum muda bervariasi. Biasanya hal ini disebabkan karena irama jantung yang abnormal, dikenal sebagai fibrilasi ventrikel.

Dilansir dari Mayoclinic, Senin (1/8/2016), berikut adalah beberapa penyebab spesifik kematian jantung mendadak pada kaum muda, yang meliputi:

1. Kardiomiopati hipertrofik (HCM)

Adalah penyakit di mana otot jantung (miokardium) menjadi tebal secara tidak normal, sehingga menyulitkan jantung untuk memompa darah.

Walaupun biasanya tidak fatal bagi kebanyakan orang, ini adalah penyebab paling umum kematian mendadak yang berhubungan dengan jantung pada orang di bawah 30 tahun. Selain itu kardiomiopati hipertrofik merupakan penyebab kematian mendadak paling umum pada atlet. HCM seringkali tidak terdeteksi.

2. Kelainan arteri koroner

Terkadang seseorang dilahirkan dengan arteri jantung yang tidak normal. Arteri dapat tertekan selama olahraga dan tidak memberikan aliran darah yang seharusnya ke jantung.

3. Sindrom long QT

Merupakan gangguan irama jantung yang diwariskan turun temurun. Long QT syndrome dapat menyebabkan irama jantung menjadi cepat dan detak jantung yang kacau, sehingga dapat membuat Anda jatuh pingsan serta mengancam jiwa.

Dalam beberapa kasus, irama jantung yang abnormal tersebut dapat menyebabkan kematian mendadak, termasuk orang-orang muda yang memilikinya. Namun, ada beberapa penyebab lain kematian jantung mendadak pada kaum muda, seperti:

1. Kelainan struktural jantung, seperti penyakit jantung bawaan dan kelainan otot jantung.
2. Radang otot jantung yang dapat disebabkan oleh virus dan penyakit lainnya.
3. Sindrom Brugada, yaitu kelainan dari sistem listrik jantung.
4. Commotio cordis, yaitu pukulan tumpul di dada saat berolahraga. Pukulan ini dapat memicu fibrilasi ventrikel jika pukulan tersebut menyerang pada waktu yang salah saat siklus listrik jantung.

Seringkali kematian terjadi tanpa peringatan. Namun untuk mengetahui tanda-tanda pada kaum muda yang berisiko tinggi mengalaminya, ada beberapa gejala yang bisa dilihat seperti:

1. Pingsan yang tidak bisa dijelaskan (sinkop)

Pingsan tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan saat aktivitas fisik dilakukan, bisa menjadi tanda bahwa ada masalah dengan jantung Anda.

2. Riwayat keluarga yang mengalami kematian jantung mendadak

Adanya riwayat di keluarga yang meninggal sebelum usia 50 tahun, menjadi salah satu tandanya. Hal ini jelas bukan gejala fisik seperti pingsan, namun kematian seperti ini harus Anda perhatikan, serta bicarakan dengan dokter Anda mengenai tes screening.

3. Sesak napas atau nyeri di dada

Hal ini juga bisa menjadi tanda bahwa Anda berisiko mengalaminya. Namun gejala ini tidak umum karena bisa saja merupakan gejala dari masalah kesehatan lainnya seperti asma.