Sukses

Peneliti Sri Lanka 'Ciptakan' Nasi Rendah Kalori hingga 50 Persen

Liputan6.com, Kolombo- Nasi merupakan makanan keseharian orang-orang Asia. Santapan dianggap kurang lengkap bila nasi tidak tersedia. Seiring dengan berkembangnya industri kuliner, nasi juga mulai diminati oleh mereka yang hidup di negara Barat.

Meski dijual dengan harga relatif murah dan cara memasaknya juga dikategorikan mudah, tidak dapat dimungkiri bahwa beras atau nasi bisa membuat berat badan kita bertambah. Ini karena nasi mengandung karbohidrat yang cukup tinggi dan apabila tidak diolah sebaik mungkin akan berubah menjadi lemak dalam tubuh kita.

Satu cangkir beras saja sudah mengandung setidaknya 240 kalori zat tepung dan inilah yang akan berubah menjadi lemak jika tidak secepatnya dibakar melalui aktivitas seperti olahraga dan lainnya.

Banyak orang mengeluh akan berat badan yang kian bertambah karena mengkonsumsi nasi. Namun, sebagian besar dari mereka sadar bahwa nasi adalah makanan pokok mereka. Hal tersebut tentunya akan membuat seseorang menjadi lebih sulit dalam mengkontrol berat badan dan kesehatannya.

Seperti dilansir dari Washington Post, sekelompok peneliti dari Sri Lanka telah menemukan cara baru yang sederhana untuk memasak nasi di mana jumlah kalori yang ada dalam kandungan beras akan berkurang secara signifikan hingga 50 persen.

Penelitian yang dipimpin oleh Sudhair James, seorang mahasiswa S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Kimia dan Sains di Sri Lanka ini membuktikan bahwa nasi kini bisa menjadi santapan yang jauh lebih sehat dengan kalori 50 persen lebih rendah.

Ia menjelaskan bahwa cara memasak nasi yang sehat adalah dengan menggunakan minyak kelapa terlebih dahulu. Jadi, yang perlu dilakukan pertama-tama adalah mendidihkan air di panci.

Setelah itu, masukkan minyak kelapa ke dalam air mendidih, kurang lebih sekitar 3 persen dari total berat beras yang nantinya akan dimasak atau sama dengan satu sendok teh.

Ia memaparkan penelitiannya tersebut di sebuah pameran berskala nasional yang diselenggarakan oleh American Chemical Society beberapa waktu lalu.

“Saat sudah kelar dimasak, kita dinginkan terlebih dahulu di dalam kulkas selama 12 jam,” tutur James.

“Setelah 12 jam, Anda panaskan lagi dalam microwave dan voila, kini nasi yang jauh lebih sehat ini sudah bisa disantap,” lanjutnya.

James dan pengawasnya, Pushparajah Thavarajah, telah berupaya untuk mencoba delapan cara memasak yang berbeda terhadap 38 jenis beras yang tersedia di Sri Lanka hingga akhirnya mampu menciptakan nasi yang kalorinya jauh lebih rendah. 

Apakah Anda tertarik untuk mencoba memasak nasi lebih sehat seperti yang telah dilakukan oleh para peneliti hebat ini?