Sukses

Berapa Lama Harapan Hidup Penderita Alzheimer dan Demensia?

Liputan6.com, Jakarta Mencari tahu dampak harapan hidup dan umur panjang dari penyakit Alzheimer memang agak rumit, karena orang-orang yang didiagnosis memiliki penyakit ini biasanya sudah tua. Selain itu, mereka mungkin memiliki beberapa kondisi lain yang juga mempengaruhi harapan hidupnya.

Ada sekitar 24 juta orang di dunia dengan penyakit Alzheimer atau bentuk lain dari demensia. Jumlah ini berkembang pesat setiap tahunnya, bahkan diperkirakan akan bertambah tiga kali lipat menjadi 81 juta orang, pada 2040.

Menurut the Alzheimer's Foundation of America, orang yang didiagnosis dengan penyakit Alzheimer, biasanya rata-rata hidup selama delapan hingga 10 tahun dari waktu mereka didiagnosis.

Dalam satu studi, para peneliti di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, menemukan bahwa orang yang memiliki Alzheimer stadium akhir, risiko kematiannya sebesar 8 persen setiap tahun.

Melansir laman Verywell, Minggu (17/7/2016), meningkatnya risiko sebanyak 8 persen ini, tetap konstan dengan munculnya penuaan dan ditambah dengan faktor risiko penyakit lainnya, seperti penyakit jantung.

Satu studi menemukan, bahwa faktor utama yang menentukan berapa lama seseorang hidup setelah didiagnosis dengan penyakit Alzheimer atau demensia, adalah faktor usia, jenis kelamin, dan tingkat kecacatan. Berikut adalah temuan utama penelitian tersebut:

1. Wanita rata-rata hidup 4,6 tahun setelah diagnosis, sedangkan pria hidup 4,1 tahun.
2. Orang yang telah didiagnosis di bawah usia 70, hidup selama 10,7 tahun dibandingkan dengan orang yang didiagnosis ketika berumur diatas 90 tahun, yaitu selama 3,8 tahun.
3. Pasien yang lemah pada saat diagnosis tidak hidup lama, walaupun usianya sudah diperkirakan
4. Secara keseluruhan, rata-rata waktu untuk kelangsungan hidup seseorang dengan Alzheimer atau demensia adalah 4,5 tahun.

Anda juga bisa turut andil untuk meningkatkan kualitas hidup orang yang Anda cintai dengan penyakit Alzheimer atau demensia.
Ketika Anda tidak bisa mengubah faktor-faktor seperti umur saat didiagnosis atau jenis kelamin, Anda juga bisa turut andil untuk meningkatkan kualitas hidup orang yang Anda cintai, seperti membantu untuk mempertahankan hubungan sosial mereka. Interaksi sosial dapat memainkan peran besar dalam meningkatkan kehidupan mereka.

Pasien juga harus berbicara dengan dokter atau psikolog mengenai strategi untuk kehidupan situasi sosialnya. Selain itu, menjaga tanggung jawab rumah tangga selama Anda mampu, juga dapat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup.