Sukses

Bagaimana Vaksin Dibuat?

Liputan6.com, Jakarta Anda mungkin sudah tahu bahwa kegunaan vaksin adalah untuk melindungi anak-anak dari penyakit yang mengancam jiwa. Tetapi Anda mungkin tidak tahu persis bagaimana vaksin dibuat.

Vaksin dibuat menggunakan virus penyebab penyakit atau bakteri, tetapi dalam bentuk yang tidak akan membahayakan anak Anda. Sebaliknya mereka malah melemah, dibunuh, atau bakteri tersebut akan mendorong sistem kekebalan tubuh bayi Anda untuk mengembangkan antibodi terhadap suatu penyakit.

Dilansir dari immunizeforgood, Senin (27/6/2016), vaksin dibuat melalui tiga langkah proses, yaitu:

1. Antigen dihasilkan

Virus tumbuh di sel primer, salah satunya pada telur ayam untuk vaksin influenza.

2. Antingen diisolasi

Antigen diisolasi dari sel-sel yang akan digunakan untuk membuat vaksin.

3. Tambahkan adjuvant, stabilisator, dan bahan pengawet

Pada Vaksin Adjuvant berfungsi untuk meningkatkan respon imun terhadap antigen. Stabilisator berfungsi untuk meningkatkan kehidupan penyimpanan vaksin, dan bahan pengawet memungkinkan untuk penggunaan botol multi dosis pada vaksin.

Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi, wajib atau yang dianjurkan dibagi atas empat golongan vaksin, yakni:
1. vaksin hidup (live attenuated)
2. vaksin yang tidak aktif (inactivated)
3. vaksin toxoid
4. vaksin rekombinan

Vaksin yang tidak aktif (inactivated) berisikan virus atau bakteri yang dibuat tidak aktif. Dapat terdiri dari seluruh komponen kuman atau sebagian komponen kuman. Vaksin influenza, rabies, hepatitis A, dan hepatitis B adalah contoh vaksin yang mengandung virus mati. Sementara vaksin yang mengandung bakteri mati misalnya vaksin pertusis (batuk rejan), Hib, kolera, dan meningokokus.

Selain itu, ada pula vaksin yang dibuat dari racun misalnya vaksin toksoid adalah vaksin yang dibuat dari racun (toksin) yang dilemahkan, contohnya adalah vaksin untuk tetanus dan difteri.