Sukses

Perubahan Kecerdasan Otak Pada Remaja dengan Diabetes Tipe 2

Liputan6.com, Jakarta Peneliti di Cincinnati Children's Hospital Medical Center menemukan bahwa remaja yang mengidap diabetes tipe 2, memiliki enam wilayah yang bermasalah pada otak mereka, yaitu beberapa dengan jumlah signifikan yang lebih sedikit pada kecerdasan otak mereka, dan tiga remaja lainnya memiliki jumlah yang lebih banyak pada otak mereka.

Mereka menemukan hubungan antara materi volume pada kecerdasan otak dengan kemampuan untuk berucap yang mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas.

"Studi sebelumnya menunjukkan, bahwa remaja dengan diabetes tipe 2 mengalami perubahan struktur otak dan nilai fungsi kognitif yang lebih buruk dibandingkan dengan rekan-rekan mereka," ujar Amy Sanghavi Shah, MD, seorang dokter dan ilmuwan di divisi Endokrinologi di Cincinnati Children dan penulis senior dalam studi tersebut.

Seperti yang dilansir dari Science Daily, Minggu (19/6/2016), studi tersebut dipresentasikan 14 Juni 2016 pada acara American Diabetes Association's Scientific Sessions di New Orleans, oleh Jacob Redel, MD, rekan sesama di divisi Endokrinologi di Cincinnati Children sekaligus penulis utama studi tersebut yang mempresentasikan temuannya dalam acara ADA Presidents Oral Session.

Penelitian dilakukan pada 20 remaja yang mengidap penyakit diabetes tipe 2 dan dibandingkan dengan 20 remaja yang tidak terkena penyakit tersebut. Semuanya memiliki kesamaan dalam umur, ras, dan jenis kelamin. Selain itu, semua peserta dalam studi tersebut memiliki resolusi MRIs yang tinggi. Kedua kelompok tersebut memiliki penyakit neurologis atau psikologis atau MRI abnormal sebelumnya.

"Temuan kami tidak memperlihatkan penyebab dan efeknya," ujar Dr. Redel. "Kami tidak tahu apakah perubahan yang ditemukan merupakan hasil dari diabetes, tetapi studi pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2 dengan durasi penyakit yang lebih lama, juga menunjukkan tanda-tanda seperti volume otak yang berkurang atau mengecil, perubahan pembuluh darah di otak, dan penurunan kognitif. Namun, temuan kami menunjukkan bahwa mencegah diabetes tipe 2 pada remaja sangat penting untuk mencegah kemungkinan komplikasi di masa depan," tambahnya.