Sukses

Fakta Mengerikan Konsumsi Susu Sapi

Liputan6.com, Jakarta Dibalik sejumlah manfaatnya, ternyata sejumlah studi menyimpan beberapa fakta yang mengejutkan mengenai konsumsi susu.

Seperti dilansir Nutrition Studies, sebuah penelitian kohort observasional besar di Swedia menemukan, wanita yang mengonsumsi lebih dari 3 gelas susu sehari berisiko dua kali lipat meninggal diatas 20 tahun dibandingkan dengan wanita-wanita yang mengonsumsi susu kurang dari satu gelas sehari.

Selain itu, konsumsi susu berlebihan juga dikaitkan dengan patah tulang--terutama patah tulang pinggul.

Menariknya, studi ini juga menemukan, produk susu fermentasi (keju dan yogurt) secara signifikan menurunkan mortalitas dan patah tulang hingga 10-15 persen.

Para peneliti pun mencari efek negatif dari susu cair pada D-galaktosa, produk pemecahan laktosa yang telah terbukti pro-inflamasi. Mereka terkejut menemukan begitu banyak perhatian media massa, karena menyoroti sisi negatif susu, seperti berikut:

1. Dalam studi observasional baik di negara dan populasi tunggal, konsumsi susu berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker prostat.

2. Penelitian kohort observasional lain menunjukkan konsumsi susu berlebihan juga dikaitkan dengan tingginya risiko kanker ovarium.

3. Protein susu sapi mungkin berperan memicu diabetes tipe 1 melalui proses yang disebut mimikri molekuler (istilah yang digunakan untuk menggambarkan reaksi silang imunologis antara inang dan antigen bakteri).

4. Di negara-negara dengan populasi yang mengonsumsi susu, memiliki tingkat lebih tinggi dari multiple sclerosis (penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat, terutama otak, saraf tulang belakang, dan saraf mata).

5. Dalam intervensi hewan percobaan dan penelitian manusia, protein susu telah terbukti meningkatkan kadar IGF-1 (Growth Factor-1 Insulin). Peningkatan kadar IGF-1 kini telah terlibat dalam beberapa risiko kanker.

6. Pada hewan percobaan dan eksperimen manusia, protein susu meningkatkan kadar kolesterol (dalam studi dan penelitian hewan manusia) dan aterosklerosis (dalam studi hewan).

7. Protein susu utama (kasein) mempromosikan kanker karena karsinogen pada hewan percobaan.

8. D-galaktosa ditemukan menjadi pro-inflamasi dan mengakibatkan cepatnya penuaan pada hewan percobaan.

9. Konsumsi susu terkait dengan jerawat.

10. Susu berhubungan dengan sembelit dan infeksi telinga.

11. Susu dilaporkan sebagai alergen makanan yang paling umum di dunia.

12. Banyak dari penduduk di dunia tidak dapat mencerna susu karena intoleransi terhadap laktosa.

Meskipun publik senang mengonsumsi susu karena manfaatnya, namun ada efek samping ketika dikonsumsi berlebihan. 

Bagaimanapun, konsumsi susu masyarakat Indonesia masih rendah dibanding beberapa negara di kawasan ASEAN yang sudah mencapai di atas 15 kilogram per kapita per tahun setara susu segar. Banyak pakar menilai, susu merupakan minuman yang baik dikonsumsi untuk anak karena dapat mengintervensi kekurangan gizi anak Indonesia.

Artikel Selanjutnya
Hobi Makan Daging? Ikuti Perjalanannya dari Sabang sampai Merauke
Artikel Selanjutnya
Hati-Hati, Konsumsi Protein Berlebih Berisiko Fatal