Sukses

Karl Landsteiner, Ilmuwan Berkumis Si Penemu Golongan Darah

Liputan6.com, Jakarta Anda yang membuka mesin pencari Google hari ini pasti sudah melihat kartun sosok pria berkumis dan berjas putih. Bukan tanpa sebab Google menampilkan sosok pria berkumis dan jas putih ini alias Karl Landsteiner di laman pencarinya. Hari ini merupakan World Blood Donor Day atau Hari Donor Darah Sedunia. Berkat Karl Landsteiner tersebut kita berhasil mengetahui soal golongan darah.

Sebagai dokter sekaligus ilmuwan, ada banyak hal menarik yang ditemukan Karl. Namun, satu yang paling dikenal adalah mengenai penggolongan darah O, A, B, AB. Berkat penemuan ini, banyak nyawa tertolong. Karenanya, setelah meninggal dunia, Karl dijuluki sebagai "bapak transfusi darah".

Karl mulai menyadari bahwa tidak setiap darah itu sama pada sekitar 1901-1903. Saat itu ia menyimpulkan bahwa ketika darah antarmanusia ditransfusikan bisa menyebabkan shock, penyakit kuning, dan hemoglobinuria seperti mengutip laman Nobel Prize, Selasa (14/6/2016).

Karl Landsteiner. (sceneonhaiofficial.blogspot.com)

Hingga akhirnya pada 1909, pria yang lahir di Austria ini menemukan bahwa ternyata golongan darah manusia yang terbagi atas A, B, AB, dan O. Lalu, orang dengan golongan darah yang sama bisa menerima transfusi darah dari orang lain. Sejak saat itu aneka kemajuan di bidang medis seperti pengobatan, terapi, dan bedah bisa dilakukan lebih baik.

Tak hanya itu, berkat penemuan Karl diketahui juga bahwa golongan darah itu diturunkan. Sehingga golongan darah bisa untuk mengetahui tentang kasus mengenai keraguan seseorang mengenai hubungan ayah-anak. 

Bapak transfusi darah ini tutup usia pada 26 Juni 1943. Namun, hasil penemuannya senantiasa bermanfaat bagi umat manusia.