Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

Lanjutkan Stop Disini

Vicky Prasetyo Anti Gunakan Kondom Setiap Berhubungan Seksual

Liputan6.com, Jakarta Vicky Prasetyo anti gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual. Ia beranggapan, penggunaan alat pengaman merupakan sebuah penghinaan yang diperuntukkan ke pasangan.

"Laki-laki yang pakai pengaman (kondom) dengan hubungan yang sudah baik, kalau menurut aku kayak sebuah penghinaan. Nikmati saja tanpa ada pembatas lain, karena itu menjadikannya sebuah chemistry di Amazon (petualangan sungai)," kata Vicky sebelum syuting program Dear Haters di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2016)

Pernyataan Vicky Prasetyo dibenarkan sang kekasih, Barbie Gocan, yang menemaninya,"Selama sama aku memang nggak pernah pakai kondom," kata Barbie.

Barbie sendiri menganggap benar tindakan Vicky itu. Pasangan yang sudah menjalin hubungan cukup serius, tidak perlu menggunakan kondom selama berhubungan seksual.

"Benar kata Vicky, kalau sudah serius tapi masih pakai kondom, namanya penghinaan. Ibaratnya, elo nggak yakin sama gw? Lo takut apa? Kalau memang sudah merasa sama-sama yakin, risikonya ditanggung bersama-sama," kata Barbie Gocan. 

Menurut seksolog dari bagian Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Prof Dr dr Wimpie Pangalila SpAnd, FAACS, kalau memang Vicky yakin tidak mengidap satu dari sekian banyak infeksi menular seksual (IMS), silakan saja melakukan hubungan seksual tanpa gunakan kondom. 

Apalagi Vicky dan pasangan memiliki komitmen, apa pun risikonya akan ditanggung bersama-sama. "Kalau memang yakin tidak ada IMS, terserah dia. Mungkin dia yakin. Hanya saja, keyakinan dari mana? Sudah periksa? Itu kan hanya dia yang tahu," kata Wimpie. 

Untuk mengetahui apakah seseorang positif mengidap IMS, perlu dilakukan pemeriksaan yang tidak pendek. Dan pemeriksaan setiap kondisi akan berbeda. 

"Pemeriksaannya tergantung. Kalau HIV dari darah. Ada juga yang dari urine dan pemeriksaan fisik," kata Wimpie. 

"Mungkin juga tidak mengerti atau sok ngerti, kita kan nggak tahu," kata Wimpie menekankan.