Sukses

Penyakit yang Merongrong Hidup Muhammad Ali

Liputan6.com, Jakarta Setelah 32 tahun lamanya berjuang melawan penyakit parkinson, legenda tinju Muhammad Ali meninggal dunia di usianya yang ke-74 tahun pada Jumat waktu setempat di Rumah Sakit Phoenix, Arizona, Amerika Serikat seperti dikutip dari NBC, Sabtu (4/6/2016). Sebelumnya sang juara dibawa ke rumah sakit karena masalah pernapasan (pneumonia).

Meski menurut juru bicara keluarga Bob Gunnel situasinya tidak mengkhawatikan, kondisi pernapasan pemilik nama Cassius Marcellus Clay sudah memburuk sejak Desember 2014 karena radang paru-paru atau pneumonia. Pada Januari 2015, dokter juga memastikan bahwa sang legenda terkena infeksi saluran kencing yang mengharuskan perawatan di rumah sakit.

Penyakit parkinson yang dideritanya lebih dari tiga puluh tahun ini diyakininya muncul terkait dengan  ratusan pukulan yang pernah dirasainya kala masih bertarung dalam ring tinju selama kariernya. Akibatnya, Ali membatasi berbicara di depan publik selama bertahun-tahun. Namun, kemudian dia tetap tampil di publik untuk memberi gagasan dan pendapatnya lewat juru bicaranya atau anggota keluarganya.

Desember lalu, dia terpaksa tampil gegara ucapan calon presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebutkan tentang pembatasan hal bagi orang muslim di Amerika Serikat. Terakhir dia tampil di publik pada April di gala "Celebrity Fight Night" di Arizona, sebuah kegiatan amal yang bermanfaat bagi Muhammad Ali Parkinson Center. Ali mundur dari dunia tinju pada 1981 dengan memiliki catatan rekor 56 kali menang dan 5 kali kalah.