Sukses

Terapi Hormon Rp 500 Juta Bantu Kumala Sari Dapatkan Tubuh Ideal

Liputan6.com, Jakarta Terapi hormon senilai lebih dari Rp 500 juta telah membantu Kumala Sari mendapatkan berat badan ideal. Tentu ini juga diimbangi dengan olahraga teratur dan mengonsumsi makanan sehat.

Kumala Sari, kekasih aktor Galih Ginanjar, rela menggelontorkan uang sebanyak itu setelah melakukan konsultasi dengan pakar kecantikan. Sang dokter menganjurkan untuk suntik hormon. Menurut dia, orang dengan berat badan melebihi batas normal pasti bermasalah dengan hormon yang ada di tubuh.

"Suntikan hormon yang aku jalani berupa kita (pasien) dikasih suntikan kecil yang harus disimpan di kulkas karena isinya hormon manusia. Setiap dua hari sekali disuntik di perut. Suntiknya juga sendiri. Ya, awalnya memang seram, tapi jenis suntikan yang dipakai kecil bukan yang gede," kata Kumala Sari usai jalani syuting program Dear Haters di SCTV Tower, Senayan City, Kamis (2/6/2016) malam.

Ketika liburan ke luar negeri saja Kumala Sari tetap harus membawa suntikan itu dalam keadaan dingin. "Ada surat jalan dari dokternya juga," Kumala Sari menambahkan.

Biaya terapi hormon senilai Rp 500 juta itu tidak pernah ia persoalkan. Buktinya, berat badannya kini berada di angka ideal, yaitu 53 kilogram. "Dulu berat badanku 85 kilogram. Bahkan, sebelum pacaran sama Galih, berat badanku 51 kilogram," kata Kumala Sari.

Galih Ginanjar dan Kumalasari [Foto: Faizal Fanani/Liputan6.com]

Kumala Sari sangat menyadari, suntik hormon tidak akan bekerja maksimal apabila ia tidak turut mengubah pola hidup sehari-hari. Selain terapi hormon, ia juga aktif bergerak dan mengonsumsi makanan sehat. Sehari-hari pemilik akun Instagram dengan nama @barbiekumalasari menghabiskan waktu selama enam jam untuk olahraga di gym.

"Selain itu, aku setop merokok, tidak minum minuman alkohol, karena orang yang sudah berusia di atas 30 kalau masih minum minuman alkohol berat badannya mudah melar. Dan aku enggak mau kayak begitu. Makan nasi putih saja tidak pernah, kalau memang penting hanya lima sendok. Yang aku makan cuma daging-dagingan, sayuran, dan buah-buahan," kata Kumala Sari yang mengeluarkan uang Rp 500 ribu setiap dua hari sekali selama enam bulan untuk terapi hormon.