Sukses

Mind and Soul: Pelajaran Dasar Membentuk Anak Berbudi Pekerti

Liputan6.com, Jakarta Otak anak yang masih berada pada usia nol sampai lima (golden age) adalah perekam paling canggih di dunia. Ia mampu merekam dengan baik semua omongan dan sesuatu yang mereka lihat. Orangtua yang ingin mendidik si Kecil agar kelak memiliki rasa hormat, sopan santun, dan berbudi pekerti yang baik, harus lebih hati-hati dalam bertindak dan berucap selama berada di dekat si Kecil.

"Anak mudah sekali menyerap semua tingkah laku yang dilakukan orang-orang di sekelilingnya. Kita sebagai orangtua mempunyai tanggung jawab dan peran yang sangat besar dalam mendidik mereka agar mempunyai sopan santun dalam berkata-kata," kata Founder Spirit of Life (SOUL) Bunda Arsaningsih dalam program Mind and Soul pada Rabu (13/4/2016)

 

Misal, jangan berteriak ketika ayah atau ibu memanggil si Kecil untuk makan, belajar, mandi, atau hal apa pun. Jangan juga membentak pekerja yang ada di rumah. Ketika orangtua memberi tauladan yang baik dengan bertutur yang baik dan lembut, lanjut Bunda Arsaningsih, anak-anak pun akan melakukan hal serupa.

"Orang akan mudah sekali mengenai karakter orangtua dari anak. Karena pasti akan menurun ke anak mereka," ujar Bunda Arsaningsih.

"Mulailah sejak dini mengajarkan anak dengan kelembutan hati," kata dia menambahkan.

Menurut Bunda Arsaningsih, orangtua yang penuh cinta akan memberikan contoh yang baik ke anak-anaknya. Tidak hanya dengan kata-kata saja tapi juga perilaku yang sopan, santun, dan menghargai orang-orang di sekelilingnya.

"Ini pembelajaran dasar yang harus diberikan ke anak-anak. Sehingga ketika tumbuh dewasa menjadi (anak) berbudi pekerti yang baik dan mempunyai sopan santun," ujar Bunda Arsaningsih menambahkan.