Sukses

Es Krim Terakhir untuk Anjing Penderita Kanker

Liputan6.com, Blackpool - Seekor anjing kesayangan yang menderita kanker mendapatkan permohonan terakhirnya, yaitu sajian es krim pantai yang terkenal di kota Blackpool, Lancashire, Inggris.

Dikutip dari Daily Mail pada Kamis (4/2/2016), anjing mastiff Belgia bernama Molly hanya memiliki sisa beberapa hari dalam hidupnya setelah dokter hewan menemukan bahwa ia menderita kanker yang melingkupi hati.

Menyadari bahwa anjingnya sangat menyukai es krim, pemiliknya yang bernama Julie Smith menulis surel kepada manajer warung es krim bersejarah Notarianni Ices, berharap agar anjing kesayangannya bisa menikmati es krim terakhir kalinya. 

Untuk membuat hari-hari akhir itu terasa khusus, para pegawai toko melakukan pengiriman kilat sajian es krim rasa vanilla kepada anjing malang tersebut. Julie mengatakan bahwa Molly sangat bersuka-cita menerimanya.

Kata ibu beranak satu itu, “Kamu seharusnya melihat wajahnya—cerah sekali. Kami menaruh mangkuk di hadapannya dan ia kegirangan. Ia tidak meninggalkannya hingga jilatan terakhir.”

Julie menjelaskan bahwa Molly, yang diselamatkan oleh saudara lelakinya sekitar 10 tahun lalu, mulai kelihatan lemas dan kehilangan berat badan sesaat sebelum Natal lalu.

Mulanya, dokter hewan mengira hal itu terkait usia. Kemudian, kankernya ketahuan. Tidak lama, kanker ke-dua ditemukan.

Juli (41) mengatakan, “Sejujurnya, ini mengejutkan. Tidak ada yang bisa mereka lakukan. Bisa dibedah, tapi anjing itu tidak akan bisa melewatinya. Kata mereka, ‘Bisa sehari, seminggu, atau sebulan.’ Bisa-bisa kita bangun esok hari dan ia telah tiada. Hanya masalah waktu.”

Walaupun begitu, ‘keluarga’ Molly tidak menanti dalam kesedihan dan malah sangat memanfaatkannya dengan memberikan sajian yang jadi kesenangan anjing itu selama ini. Anjing yang diduga berusia 11 tahun itu gemar diajak ke warung es Notarianni hingga 5 atau 6 kali setiap musim panas.

Kata Julie, “Ketika kami mentraktirnya, biasanya habis dalam waktu kira-kira 5 detik. Kami membawa wadah sendiri dan tempat lain untuknya, jika tidak demikian ia akan marah.”

Kedai es krim Notarianni Ices berdiri sejak 1928. Kedainya tutup selama musim dingin dan akan buka lagi tanggal 5 Maret, tapi manajer Luca Vetesse memerintahkan dan mengirimkan satu ember sajian enak itu ke rumah keluarga Julie.

Julie kemudian mengunggah pesan emosional di Facebook kepada penjual es krim itu dan ia mengaku ‘kehabisan kata’ menerima keramahan hati seperti itu.

Tulisnya, “Terima kasih dari lubuk hati saya. Anda benar-benar memulihkan keyakinan saya akan kemanusiaan.”

Luca, cicit dari Luigi yang merupakan pendiri Notarianni, mengatakan untuk tidak membesar-besarkannya. Katanya, “Senang bisa membuat seseorang berbahagia ketika mereka sedang melewati masa-masa sulit.”

“Kami memang tutup selama musim dingin, tapi saya membuat sejumlah pasokan untuk keperluan pribadi dan keluarga. Masih ada sedikit sehingga saya bisa mengirimkan kepada Julie. Keluarganya pengunjung tempat ini selama bertahun-tahun lamanya,” tandas Luca.