Sukses

Makin Merebak, Ini 5 Fakta tentang Virus Zika

Liputan6.com, Jakarta Dalam beberapa minggu terakhir, informasi mengenai virus Zika yang 'mengamuk' di Amerika Tengah dan Selatan menjadi topik hangat. Belum lama ini juga diketahui penduduk asal Inggris dan Denmark terinfeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk ini.

Sayangnya tak semua orang tahu apa itu virus Zika. Berikut lima fakta mengenai virus Zika seperti dikutip dari laman resmi WHO, Kamis (28/1/2016).

1. Ditularkan nyamuk
Penyakit ini disebabkan oleh virus Zika yang ditularkan melalui nyamuk Aedes, terutama Aedes aegypti. Ini adalah nyamuk yang juga bisa menularkan demam berdarah dan chikungunya. Virus ini biasanya hadir di kawasan Afrika, Amerika, Asia, dan Pasifik.

2. Pertama kali ditemukan di Afrika
Kehadiran virus Zika pertama kali terindentifikasi di Uganda, sebuah negara di Afrika Timur pada 1947 diidap oleh monyet. Baru di 1952 teridentifikasi kehadirannya pada manusia di Uganda dan Tanzania.

3. Pencegahan
Untuk menghindari infeksi virus ini, kita harus sebisa mungkin mencegah gigitan nyamuk yang di dalam tubuhnya mengandung virus Zika. Salah satu langkahnya dengan mengurangi sumber kembang biak nyamuk serta mengurangi kontak dengan hewan ini. Bisa dengan menggunakan obat nyamuk, pakaian yang melindungi sebagian besar tubuh dan sebaiknya berwarna terang, tidur menggunakan kelambu. Selain itu, membersihkan ember, pot bunga, bak, serta tempat-tempat lain yang berpotensi jadi tempat hidup nyamuk berperan besar mengurangi risiko terinfeksi.

Bagi mereka yang belum bisa menjaga dirinya sendiri, seperti anak-anak, orang sakit dan lansia berikan perhatian khsuus.

4. Gejalanya ringan
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Center for Disease Control and Prevention) jika seseorang terinfeksi virus ini gejalanya terlihat setelah 3-7 hari setelah digigit. Biasanya gejala yang tampak ringan seperti demam, ruam, nyeri sendi, mata merah, nyeri otot, dan kadang-kadang muntah. Gejala dapat berlangsung dua hari sampai satu minggu.

WHO sendiri mengatakan saat seseorang terinfeksi tidak memerlukan pengobatan khusus. Paling penting ia harus banyak beristirahat, minum cukup cairan, mengobati rasa sakit dan demam menggunakan obat-obatan umum. Jika gejala memburuk, harus segera mencari pertolongan tenaga medis.

5. Masih dalam penelitian hubungan virus Zika pada ibu hamil dengan kelahiran bayi dengan mikrosefali
Pada umumnya virus ini tidak membahayakan bagi orang dengan kondisi biasa. Namun berdasarkan studi yang masih berlangsung di Brasil mengaitkan keberadaan virus di tubuh wanita hamil dengan kasus mikrosefali saat buah hati lahir. Mikrosefali adalah kelainan pertumbuhan otak pada bayi. 

Artikel Selanjutnya
Top 3: Tantangan Internet Berujung Maut, Hari Patah Hati Nasional
Artikel Selanjutnya
Demi Bebas Campak - Rubella 2020