Sukses

Alat Uji Kehamilan Ini Berteknologi Bluetooth

Liputan6.com, Las Vegas - Pegujian kehamilan merupakan pengalaman yang kerap mencemaskan dan emosional bagi kaum wanita, baik yang ingin hamil atau justru tidak mengharapkan kehamilan.

Suatu alat uji kehamilanpun diciptakan untuk menenangkan pengalaman pribadi kala pengujian kehamilan. Sistem bernama First Response Pregnancy Pro Digital Test & App Access itu dirilis oleh Church & Dwight pada saat perhelatan Consumer Electronic Show 2016 (CES 2016) di Las Vegas baru-baru ini.

Dikutip dari USA Today pada Selasa (12/01/2016), alat ini disebut-sebut sebagai yang pertama kalinya terhubung menggunakan teknologi Bluetooth dan bisa terhubung dengan iPhone maupun Android.

Aplikasi ini memberitahukan kepada wanita penggunanya perihal apakah uji berlangsung dengan baik dan memberikan petunjuk untuk melanjutkan.

Batang pengujinya menyala ketika dikeluarkan dari pembungkus, tapi pengguna masih harus mengetuk sebuah tombol untuk sinkronisasi dengan aplikasi.

Dengan waktu tunggu sekitar 3 menit, aplikasi ini memberitahu ketika batang ujinya mendeteksi sampel. Group Brand Manager Wendy Bishop mengatakan bahwa hal ini merupakan keunggulan penting karena kebanyakan wanita tidak yakin telah mendapatkan sampel yang cuku untuk ujian agar memberikan hasil yang teliti.

Selagi proses berlanjut, aplikasinya menghitung mundur dan menampilkan konten berbeda, tergantung pada pilihan pengguna, yaitu Educate Me, Entertain Me ataupun Calm Me.

Jika memilih Entertain Me, maka pengguna akan disuguhkan video-video BuzzFeed. Pilihan Calm Me akan memperdengarkan musik medigasi, teknik pernafasan atau video ketenangan semisal deburan ombak. Pilihan Educate Me menampilkan informasi tentang kesuburan.

Dengan alasan keamanan, hasil uji tidak langsung ditampilkan hingga penggunanya memasukkan sandi rahasia. Bishop mengatakan informasi pribadi tidak akan dikumpulkan oleh First Response. Informasi ujian-ujian sebelumnya disimpan di telepon genggam sang pemilik.

Alat uji kehamilan ini terhubung menggunakan Bluetooth. (Sumber USA Today)

Setelah hasilnya dibacakan, barulah aplikasi itu mengusulkan sejumlah langkah lanjutan.

Jika hasilnya positif dan sang pengguna memang ingin hamil, aplikasi itu akan mengatakan, “selamat”. Tentu saja ucapan ini tidak disampaikan kepada pengguna yang sebetulnya tidak ingin hamil.

Setelah hasil positif, aplikasi ini dapat memperkirakan tanggal kelahiran, usulan pertanyaan untuk dokter, pengiriman pengingat untuk janji dokter sebelum kehamilan dan pengkinian tentang perkembangan kehamilan.

Jika hasilnya negatif, aplikasi itu memberikan kiat-kiat tentang bagaimana wanita yang ingin hamil dapat meningkatkan kesempatannya. Pengguna bisa melacak siklusnya menggunakan aplikasi itu.

Batang uji ini terlihat mirip dengan alat uji kehamilan tanpa Bluetooth keluaran First Response. Alat ini dihargai antara Rp 208 ribu dan Rp 306 ribu. Untuk diketahui, alat uji tanpa Bluetooth berharda Rp 139 ribu untuk dua batang alat uji.

Aplikasi yang dimaksud tidak dikenakan biaya dan ada sejumlah konten yang tersedia tanpa perlu melakukan uji kehamilan. Tapi, untuk fungsi-fungsi uji kehamilan, wanita pengguna harus membeli batang ujinya.

Pihak First Response mengatakan bahwa batang uji Bluetooth ini mampu mendeteksi kehamilan bahkan sejak 6 hari sebelum mens yang terluput dan teliti hingga lebih dari 99% dari hari mens yang dinanti. Ketelitian ini mirip dengan alat-alat uji First Response yang lain. Alat ini baru akan ada di pasaran pada musim semi mendatang.