Sukses

Terapi Bicara Bisa Atasi Kecanduan Kafein?

Liputan6.com, Washington - Studi kecil menemukan bahwa terapi bicara bisa membantu seseorang keluar dari kecanduan kafein. Terapi ini dilaporkan bisa menurunkan pemakaian kafein secara drastis.

Caffeine-use disorder, atau gangguan kafein, ditandai dengan ketergantungan pada penggunaan kafein yang parah. Para peneliti menemukan bahwa sesi terapi bicara selama satu jam adalah 'strategi pengurangan' yang menolong pasien mengurangi konsumsi zat tersebut sebanyak 75 persen.

Baca juga:

Selayaknya terapi prilaku kognitif, terapi bicara membantu pasien dengan membuat mereka memahami, mengenali, dan mengubah pikiran irasional mereka agar menekan asupan kafein.

"Apa yang kami bicarakan di sini adalah orang-orang yang tidak hanya memiliki ketergantungan fisik pada kafein. Tetapi juga punya dampak fisik dan psikologis negatif jika mereka mencoba untuk mengurangi atau berhenti," tutur Laura Juliano, profesor sekaligus penulis dalam riset ini dari American University, dikutip dari Health Aim, pada Kamis (3/12/2015) lalu.

"Dan kami menemukan bahwa terapi ini penurunan yang signifikan dalam jumlah konsumsi," tambahnya.

Juliano mengatakan bahwa kafein adalah salah satu obat psikoaktif yang sangat populer dan hampir 90 persen dari orang Amerika mengkonsumsinya dalam beberapa bentuk, dari makanan hingga minuman. Kafein bisa terdapat dalam coklat, teh, kopi, dan minuman berenergi.