Sukses

Mind and Soul: Orang Muda Tak Usah Galau Pikirkan Masa Depan

Galau tampaknya sulit dipisahkan dari kehidupan remaja era ini. Tak jarang kegalauan berujung rasa takut menghadapi sesuatu. Salah satu contoh, ada remaja yang galau menghadapi kehidupannya di masa akan datang. Takut apakah bakal punya pekerjaan dan berumahtangga.

"Kalau bawaannya galau, bagaimana dengan hidup kita di masa akan datang? Dan mengapa pula harus galau? Masalah-masalah inilah yang kini muncul di dalam kehidupan para remaja," kata Founder Spirit Of Universal Life (SOUL) Bunda Arsaningsih dalam video `Mind and Soul` Liputan6.com, Jumat (9/10/2015)

Menurut Bunda Arsaningsih, hidup adalah sesuatu yang harus dihadapi dengan penuh semangat. Sebenarnya, kita juga tidak perlu galau akan hal tersebut. Galau itu karena terlalu banyak memikirkan masa-masa yang akan datang.

"Tanamlah hal-hal yang positif dalam hidup kita saat ini. Berbuatlah lebih banyak kebaikan, maka kita akan mendapat kualitas hidup yang lebih baik di kehidupan kita di masa akan datang," kata dia melanjutkan.

Yang harus diingat juga, jika ingin hidup di masa akan datang dalam keadaan baik daripada yang sekarang, berdoa saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan segala upaya. "Jangan hanya sekedar ingin kehidupan yang lebih baik tapi  tidak pernah melakukan suatu tindakan untuk mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik," kata Bunda Arsaningsih.

Dia mengimbau agar kita jangan pernah berhenti belajar. Lakukan lebih bayak ekspresi guna mendapat pengetahuan yang lebih. Gali lebih dalam lagi potensi diri kita, dan pikirlah hanya yang baik-baik saja.

"Karena kualitas pikiran kita akan menciptakan kehidupan di masa akan datang, mulailah berpikir positif, semangat, dan aktif menjalankan tugas sebagai generasi muda agar kualitas hidup menjadi lebih baik lagi," kata Bunda Arsaningsih menekankan.