Sukses

5 Penyakit ini Dapat Disembuhkan dengan Ganja?

Liputan6.com, Jakarta Marijuana atau ganja berisi lebih 60 bahan kimia yang dikenal dengan cannabinoid yang memberi keuntungan bagi tubuh kita jika digunakan dengan bijak. Pemerintah Israel telah menggunakan ganja untuk mengobati penyakit kanker, epilepsi, Parkinson, dan sindrom Tourette.

Mereka percaya marijuana atau ganja memberi keuntungan lebih yang dapat digunakan sebagai obat berbagai macam penyakit seperti di bawah ini, dikutip dari India Times, Jumat (25/9/2015)

1. Kanker

Sejumlah studi menemukan, ganja efektif memerangi kanker tertentu. Cannabidiol (CBD), salah satu cannabinoids dalam ganja, menghambat Id-1, gen yang menyebabkan sel kanker menyebar.

Marijuana atau ganja disebut dapat mencegah mual pada pasien kanker yang sedang jalani kemoterapi. Bahkan, American Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui peredaran pil ganja di kalangan penderita kanker.

Namun, memiliki sifat adiktif dan efek samping jangka panjang yang tidak diketahui, beberapa organisasi seperti American Medical Association menentangnya.

2. HIV-AIDS

Pil ganja yang disetujui FDA pun dapat meningkatkan napsu makan orang-orang dengan HIV-AIDS. Studi yang diterbitkan di dalam jurnal Neurology menemukan, menghirup ganja dapat meningkatkan suasana hati dan kualitas hidup ODHA secara signifikan. Penelitian terbaru yang dilakukan pada monyet telah ditemukan ganja dapat mencegah penyakit sama sekali.

3. Alzheimer

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Moleculer Pharmacetutics menemukan, kandungan ganja dapat mengikat enzim yang menyebabkan Alzheimer. Pada kenyataannya lebih efektif memperlambat perkembangan penyakit dibanding obat-obatan yang selama diresepkan. Hanya saja masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

4. Kesehatan paru-paru

Beberapa penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun telah menemukan menghisap ganja dapat meningkatkan kesehatan paru-paru. Penelitian ini dilakukan para peneliti di UCLA.

5. Glaukoma

Glaukoma adalah gangguan mata di mana terjadi peningkatan pada tekanan intraokular yang menyebabkan kerusakan saraf optik dan berujung kebutaan. Studi yang dilakukan pada 1970-an menemukan ganja dapat menurunkan risiko kebutaan tersebut.