Sukses

Waspadai Asam Lambung, Dugaan Penyebab Kematian Didi Petet

Liputan6.com, Jakarta Kabar duka datang dari aktor senior Didi Widiatmoko atau dikenal dengan Didi Petet. Beliau mengehembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (15/5/2015), pukul 05.30 WIB karena diduga menderita asam lambung.

Asam lambung (reflux acid) biasanya berkaitan dengan gejala Gastro-Esophageal Reflux Disease (GERD) karena pencetus terjadinya iritasi pada lambung (maag/gastritis) adalah asam lambung (HCl). Namun kebanyakan dari kita sering salah tanggap, bahwa maag terjadi karena peningkatan kuantitas dari HCl. Ini keliru.

Asam lambung akan terus di sekresikan dalam kondisi apapun oleh lambung karena tingkat keasaman (PH) asam lambung cukup tinggi, sehingga lapisan mukosa baik itu di lambung, maupun usus halus tidak mampu menahan sifat iritan dari HCl lambung.

Seperti dikutip Mayo Clinic, Jumat (15/5/2015), asam lambung atau GERD memiliki gejala seperti:

- Sensasi panas di dada (heartburn), kadang-kadang menyebar ke tenggorokan hingga terjadi rasa asam di mulut Anda

- Sakit dada

- Kesulitan menelan (disfagia)

- Batuk kering

- Suara serak atau sakit tenggorokan

- Regurgitasi makanan atau cairan asam (acid reflux)

- Sensasi benjolan di tenggorokan Anda

 

Faktor Risiko

- Kegemukan

- Hiatus hernia, kondisi medis yang ditandai dengan penonjolan pada bagian atas lambung yang menyelinap masuk ke dalam dada melalui diafragma dikarenakan oleh robekan atau melemahnya bagian diafragma

- Kehamilan

- Merokok

- Asma

- Diabetes

- Menunda lapar

- Adanya gangguan jaringan ikat, seperti skleroderma

 

Komplikasi

Seiring waktu, peradangan kronis di kerongkongan Anda dapat mengakibatkan komplikasi, termasuk:

- Penyempitan kerongkongan (penyempitan esofagus). Kerusakan sel-sel di esofagus bagian bawah dari paparan asam menyebabkan pembentukan jaringan parut. Jaringan parut mempersempit jalur makanan, menyebabkan kesulitan menelan.

- Luka terbuka di esofagus (ulkus kerongkongan). Asam lambung parah dapat mengikis jaringan di kerongkongan. Ulkus esofagus dapat berdarah sehingga menyebabkan rasa sakit dan sulit menelan.

- Dalam esophagus Barrett, jaringan yang melapisi esofagus bagian bawah, bisa terjadi peningkatan risiko kanker kerongkongan. Risiko kanker rendah, tetapi dokter mungkin akan merekomendasikan uji endoskopi untuk mencari tanda-tanda peringatan dini kanker esofagus.

 

Pengobatan

Pengobatan untuk sakit maag atau GERD biasanya bisa dibantu dengan obat over-the-counter yang mengontrol asam. Jika Anda tidak mengalami lega dalam beberapa minggu, dokter anda dapat merekomendasikan perawatan lain, termasuk obat-obatan dan operasi.

Obat OTC yang biasanya tersedia di apotek mencakup antasida, seperti Maalox, Mylanta, Gelusil, Gaviscon, Rolaids dan Tums, dapat memberikan bantuan cepat. Tapi antasida saja tidak akan menyembuhkan radang kerongkongan akibat asam lambung. Terlalu sering mengonsumsi antasida juga dapat menyebabkan efek samping, seperti diare atau sembelit.

Dokter juga biasanya memberikan obat seperti reseptor blocker H-2 termasuk cimetidine (Tagamet HB), famotidine (Pepcid AC), nizatidin (Axid AR) atau ranitidine (Zantac) untuk menurunkan produksi asam dari perut hingga 12 jam. Selain itu, lansoprazole (Prevacid 24 HR) dan omeprazole (Prilosec, Zegerid OTC) juga biasanya diberikan.

Di sisi lain, obat herbal juga kerap digunakan termasuk licorice, slippery elm, chamomile, marshmallow dan lain-lain. Selain itu, terapi relaksasi untuk menenangkan stres dan kecemasan juga dianggap dapat mengurangi tanda-tanda dan gejala GERD. Dan akupunktur yang cukup membantu orang dengan sakit maag meskipun belum terbukti besar manfaatnya.


Pencegahan

Jika Anda memiliki asam lambung, perubahan gaya hidup dapat membantu, seperti:

- Menjaga berat badan yang sehat.

- Hindari pakaian ketat. Pakaian yang nyaman tidak akan menekan perut bagian bawah.

- Hindari makanan dan minuman yang memicu heartburn. Seperti miaslnya lemak atau makanan yang digoreng, saus tomat, alkohol, coklat, mint, bawang putih, bawang merah, dan kafein dapat membuat mulas lebih buruk.

- Makan dalam porsi kecil tapi sering. Hindari makan berlebihan dengan jumlah banyak

- Jangan berbaring setelah makan. Tunggu setidaknya tiga jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur.

- Tinggikan kepala tempat tidur Anda.

Jangan merokok. Merokok mengurangi kemampuan esophageal sphincter (kerongkongan) bagian bawah untuk berfungsi dengan baik.

Saksikan Live Streaming Jakarta Fashion Week 2018

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Waspadai 5 Kondisi yang Bisa Jadi Petanda Kanker Paru
Artikel Selanjutnya
Polisi Selidiki Kematian 49 Anak di Rumah Sakit India