Sukses

Lebih Dalam tentang Multiple Sclerosis yang Diderita Pepeng

Liputan6.com, Jakarta Penderita multiple sclerosis (MS) seperti Pepeng yang akhirnya meninggal dunia cenderung mengalami gejala awal saat usia 20 hingga 40 tahun. Gejala tersebut biasanya membaik, meski muncul kembali. Beberapa orang mungkin mengalami gejala MS yang hilang-timbul, sedangkan yang lain menetap lebih lama.

Perkembangan MS yang tidak terduga sering menyulitkan diagnosis cepat. Karena itu, catatlah gejala-gejala yang dialami untuk membantu dokter mengetahui apakah penyebab gejala tersebut adalah Multiple Sclerosis atau kondisi medis lain.

1 dari 4 halaman

Gejala awal

Berikut beberapa gejala awal MS seperti dikutip dari WebMD, Rabu (6/5/2015):

1. Penglihatan kabur atau penglihatan ganda,
2. Masalah dalam berpikir,
3. Kecanggungan atau kurangnya koordinasi gerak,
4. Hilang keseimbangan,
5. Mati rasa / baal,
6. Kesemutan,
7. Tangan dan kaki lemas.
8. Gejala-gejala MS yang dialami seseorang berbeda antara satu orang dengan yang lain.

Apakah Anda terdiagnosis MS atau khawatir mengenai gejala yang dialami, perlu diketahui bahwa MS tidak harus mengendalikan hidup Anda. Anda dapat bekerjasama dengan dokter untuk merawat dan mengelola gejala-gejala MS sehingga Anda dapat tetap sehat dan terus hidup seesuai keinginan Anda.

Anda mungkin hanya mengalami satu gejala, dan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun tidak mengalami gejala lainnya. Bisa juga gejala hanya terjadi satu kali, kemudian menghilang, dan tidak pernah muncul kembali. Tapi bagi beberapa orang, gejala-gejala MS dapat memburuk dalam beberapa minggu atau bulan.

2 dari 4 halaman

Gejala umum

Gejala Umum Multiple Sclerosis

Gejala-gejala dibawah ini adalah perubahan paling umum dari tubuh dan pikiran penderita MS, antara lain :

Sensasi abnormal : Orang-orang dengan MS sering mengatakan mereka merasakan sensasi “kesemutan”. Mereka juga mungkin merasakan baal, gatal, terbakar, nyeri tertusuk, atau robek. Sekitar setengah dari penderita MS mengalami gejala-gejala ini. Untungnya, gejala ini dapat dikelola atau diobati.
Masalah kandung kemih : Sekitar 8 dari 10 penderita MS memiliki masalah kandung kemih yang dapat diobati. Anda mungkin sering buang air kecil, perlu buang air kecil mendadak di malam hari, atau mengalami kesulitan mengosongkan kandung kemih. Masalah usus, terutama sembelit, juga umum terjadi.

Kesulitan berjalan : MS dapat menyebabkan otot melemah atau kejang, yang dapat menyebabkan penderita sulit berjalan. Masalah keseimbangan, kaki baal, dan kelelahan juga dapat membuat penderita sulit berjalan.

Pusing : Penderita MS sering merasa pusing atau seperti melayang. Biasanya tidak sampai menyebabkan vertigo atau merasa ruangan seperti berputar.

Kelelahan : Sekitar 8 dari 10 penderita merasa sangat lelah. Gejala ini sering muncul di sore hari dan menyebabkan otot melemah, lambat berpikir, atau mengantuk. Gejala ini biasanya tidak berkaitan dengan banyaknya pekerjaan yang dilakukan. Beberapa penderita MS mengatakan mereka merasa capek walaupun tidur malam mereka baik.

Kejang otot : Kejang otot biasanya mempengaruhi otot-otot kaki, dan merupakan gejala awal dari MS bagi sekitar 40% penderita MS. Dalam MS yang progresif, kejang otot mempengaruhi sekitar 6 dari 10 orang. Anda mungkin merasakan kekakuan ringan atau berat, atau kejang otot yang menyakitkan.

Kesulitan seksual : Gejala ini termasuk kekeringan di vagina pada wanita dan masalah ereksi pada pria. Baik pria maupun wanita, mungkin kurang responsif terhadap sentuhan, dorongan seks yang lebih rendah, atau kesulitan mencapai orgasme.

Masalah dalam berbicara : Terkadang MS dapat menyebabkan penderitanya mengucapkan kata-kata dengan jeda waktu yang lama dan berbicara cadel atau nasal speech. Beberapa penderitanya juga mengembangkan gangguan menelan pada tahap MS yang lebih parah.

Masalah dalam berpikir : Sekitar setengah dari penderita MS sulit berkonsentrasi. Untuk sebagian besar penderita, masalah dalam berpikir ini berarti lambat berpikir, perhatian yang buruk, atau memori yang kabur. Walaupun jarang, penderitanya bisa memiliki masalah berpikir yang parah sehingga membuat mereka sulit untuk melakukan tugas sehari-hari. MS biasanya tidak mengubah kecerdasan dan kemampuan Anda untuk membaca dan memahami percakapan.

Tremor : Sekitar setengah dari penderita MS memiliki tremor. Tremor ini kecil atau berat yang embuat mereka sulit untuk mengelola kegiatan sehari-hari.

Masalah Penglihatan : Gangguan dengan mata cenderung meupakan salah satu gejala awal MS. Masalah penglihatan biasanya hanya mempengaruhi satu mata dan hilang dengan sendirinya. Pandangan kita mungkin buram, abu-abu, atau memiliki titik gelap di tengah mata. Anda mungkin tiba-tiba mengalami nyeri mata dan sementara hilangnya penglihatan.

Gejala ini sangat jarang, yaitu orang dengan MS mungkin memiliki masalah pernapasan atau kejang-kejang.

3 dari 4 halaman

Penyebab

Penyebab
Dokter membagi gejala-gejala MS ke dalam tiga kelompok yaitu : primer, sekunder, dan tersier. Gejala utama berasal dari kerusakan selubung pelindung di sekitar saraf-saraf di tulang belakang atau otak. Kerusakan ini disebut demielinasi. Hal ini menyebabkan jaringan parut, yang membuat sinyal saraf lebih sulit ditransmisikan antara otak dan tubuh.

Proses tersebut dapat menyebabkan masalah kandung kemih atau usus, kehilangan keseimbangan, mati rasa, kelumpuhan, kesemutan , tremor, masalah penglihatan, atau kelemahan otot. Obat-obatan, terapi fisik, dan perawatan lain dapat membantu mengendalikan banyak gejala utama MS.

Gejala sekunder mengikuti masalah utama dari Multiple Sclerosis. Misalnya, tidak mampu untuk mengosongkan kandung kemih dapat menyebabkan infeksi kandung kemih. Dokter dapat mengobati gejala sekunder, tetapi tujuannya adalah untuk menghindari timbulnya gejala sekunder dengan mengobati gejala primer.

Gejala tersier adalah masalah sosial, psikologis, dan yang berhubungan dengan pekerjaan untuk mengatasi MS. Misalnya, jika MS membuat Anda sulit untuk berjalan atau berkendara, maka Anda mungkin tidak dapat melakukan pekerjaan Anda dengan baik.

Karena variasi MS beragam, maka sebaiknya tidak membandingkan dengan orang lain. Ini karena mungkin -pengalaman Anda berbeda dengan orang lain. Kebanyakan penderita MS belajar untuk mengelola gejala-gejala MS mereka dan bisa tetap menjalani hidup dengan aktif .