Sukses

Lakukan Imunisasi Dasar Lengkap, KLB Difteri Tak Akan Terjadi

Liputan6.com, Padang Pariaman Per tanggal 29 Januari 2015 Kota Padang, Sumater Barat dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri usai ditemukan  5 kasus difteri dan 1 kematian. Menurut Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu Anak Kemenkes RI, dr.Anung Sugihantono, M.Kes hal ini bisa terjadi karena imunisasi dasar lengkap tidak dilakukan secara benar.

"Kalau memang benar-benar imunisasi dasar lengkap dilakukan tidak akan terjadi KLB difteri seperti ini," terang dr. Anung di sela-sela kunjungan di Posyandu di Parit Malintang, Padang Pariaman bersama rombongan Menteri Kesehatan RI pada Jumat.

Oleh karena itu ia mengingatkan kepada orangtua pentingya anak menjalani imunisasi dasar secara lengkap. Yakni imunisasi DPT 1 pada saat bayi usia 2 bulan, dilanjutkan dengan DPT 2 pada saat bayi usia 3 bulan lalu DPT 3 bayi berumur 4 bulan. Ditambah pula imunisasi ulang atau booster pada saat kelas 1 SD dan 6 SD seperti yang diungkapkan pria bertubuh kecil ini.

Ia menekankan bahwa imunisasi lengkap dengan kualitas bagus dan cara bagus bisa membuat anak memiliki kekebalan tubuh yang baik terhadap bakteri Cornynebacterium difteriae penyebab difteri.

"Sebenarnya, jika ada 100 anak. Lalu 95 diantaranya diimunisasi dasar lengkap akan memunculkan kekebalan yang bersifat komunitas. Anak yang tidak diimunisasi tidak akan terserang asalkan imunisasi dilakukan lengkap, kualitas dan cara bagus. Anak yang lima tidak diimunisasi akan mendapatkan kekebalan dari 95 anak lainnya," terang dr. Anung ditulis Minggu (22/2/2015).

Namun, jika diantara dari 95 anak tadi ada yang diimunisasi tidak lengkap, akan menimbulkan kerawanan bagi anak yang tidak mendapatkan imunisasi. Lima anak tersebut malah akan jadi sumber penularan penyakit difteri.

Nah para orangtua, yuk bawa buah hati Anda lakukan imunisasi dasar lengkap di pusat layanan kesehatan terdekat demi mencegah beberapa penyakit masuk ke tubuhnya. 

Artikel Selanjutnya
Anggapan Bahwa Pesantren Anti-vaksin, Tidaklah Benar
Artikel Selanjutnya
Trik Jitu Kepala Dinkes Banyumas Atasi Sekolah Penolak Vaksin MR