Sukses

Jamur Cordyceps, Mengatasi Gangguan Napas Hingga Impotensi

Liputan6.com, Jakarta China sangat dikenal dengan pengobatan herbalnya. Berbagai jenis pengobatan lahir di sana. Salah satu tumbuhan yang bermanfaat untuk pengobatan itu adalah cordyceps. Cordyceps (juga disebut dengan Cordyceps sinensis) merupakan jamur yang tumbuh liar di daerah Barat Daya Cina.

Dalam bahasa China, tumbuhan tersebut dinamakan Dong Chong Yia Cao atau winter warm summer grass, yang berarti herbal musim dingin dengan kehangatan musim panas. Cordyceps merupakan herbal yang sering digunakan pada pengobatan Cina. Tumbuhan tersebut umumnya ditemukan pada ketinggian 10.000 kaki di atas permukaan laut di Cina, Tibet, dan Nepal. Namun, cordyceps liar yang berasal dari Tibet yang disebut-sebut sebagai tumbuhan terbaik.

1 dari 4 halaman

Mengandung nukleotida

Mengandung Nukleotida

Secara umum, jamur yang diambil dan dimanfaatkan biasanya dikumpulkan dari jamur liar. Beberapa literatur menunjukkan bahwa cordyceps liar sangat kaya akan beberapa komponen penting. Namun, kandungan aktif tersebut justru berbeda pada cordyceps yang telah dibudidayakan. Karena itu, cordyceps dibiarkan tumbuh secara liar dan tidak dibudidayakan seperti jamur atau tanaman obat lainnya. Karena liar dan jumlah yang sangat jarang serta sulit ditemukan membuat harganya menjadi sangat mahal. Bayangkan saja, untuk setiap 100 gramnya, harga yang harus dibayarkan bisa mencapai 1.000 dolar AS atau sekitar delapan juta rupiah! Meski begitu, tumbuhan ini tetap saja dicari.

Khasiat cordyceps sebenarnya sudah diketahui sejak ratusan tahun lampau. Sekitar 1500 tahun lalu, di padang rumput Pegunungan Himalaya, Tibet, seorang gembala memperhatikan perubahan yang terjadi pada ternaknya. Domba dan sapi yang digembalakannya bertambah kuat dan sehat setelah memakan sejenis "rumput". Ternyata, tumbuhan yang diduga "rumput" itu hanyalah parasit yang merupakan badan dari jamur tersebut. Dari sinilah tumbuhan yang lantas dikenal dengan nama Cordyceps sinensis ini menjadi tumbuhan berkhasiat sebagai tanaman obat.

Dari berbagai literatur diketahui bahwa cordyceps mengandung hampir semua jenis nukleotida. Nukleotida sendiri merupakan senyawa ribosa atau deoksiribosa dengan basa nitrogen adenin, guanin, sitosin, timin, atau urasil, yang digunakan dalam regenerasi atau perbaikan gen. Dan ini sangat berperan penting dalam metabolisme adenosin tripospate (ATP) dan juga energi.

2 dari 4 halaman

Untuk impotensi

Untuk Impotensi

Cordyceps semakin dikenal karena efek afrodisiak yang ditimbulkannya. Penelitian yang dilakukan di Beijing Medical University di China dan Jepang memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Setidaknya sekitar 64 persen pria yang mengalami impotensi berhasil mengatasi masalah seksualnya tersebut setelah diberi cordyceps. Uji klinis lain yang dilakukan Hunan Medical University menunjukkan bahwa cordyceps sangat luar biasa efektif dalam rileksasi otot halus pada penis. Akibatnya, aliran darah lebih mudah masuk dan membuat pria mampu berereksi selama beberapa waktu.

Selain itu, kandungan yang terdapat pada cordyceps juga berguna sebagai obat penguat, sehingga dapat meningkatkan energi dan vitalitas tubuh. Itu sebabnya, cordyceps juga berguna bagi orang yang mengalami kelelahan. Dengan cordyceps, stamina tubuh akan kembali seperti sedia kala. Kemudian, cordyceps juga diyakini dapat melancarkan aliran darah serta menurunkan kolesterol. Sebuah studi yang melibatkan sembilan rumah sakit dengan 273 pasien setidaknya membuktikan hal tersebut. Setiap hari, selama dua bulan, setiap pasien diberikan 3 gram cordyceps (setara dengan empat kapsul cordyceps).

Hasilnya, kadar kolesterol dan trigliserida pasien turun hingga 17 dan 9 persen, sedangkan kolesterol baik HDL (high density lipoprotein) meningkat hingga 27 persen. Hasil lain yang juga dibuktikan oleh laboratorium adalah bahwa penggunaan suplemen cordyceps selama tujuh hari berturut-turut hingga 80 gram nyatanya tidak memberikan efek negatif pada tubuh. Secara umum, cordyceps merupakan tonik yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta memperbaiki fungsi organ tubuh. Dua organ yang kerap disebut adalah paru-paru dan ginjal. Karena itu, cordyceps sering dilambangkan dengan emas dan air. Emas merupakan lambang dari paru-paru, sedangkan air melambangkan ginjal.

3 dari 4 halaman

Masalah pernapasan

Masalah pernapasan

Sifat cordyceps yang hangat, tapi tidak memberi efek panas, kerap digunakan untuk pengobatan terhadap sistem saluran pernapasan. Cordyceps juga bertindak sebagai penguat paru-paru. Ia dapat meningkatkan kekuatan pernapasan terutama pada mereka yang membutuhkan tenaga ekstra saat melakukan olahraga fisik. Selain itu, hal ini juga berguna bagi orang-orang yang mengalami defisiensi daya paru-paru.

Masalah lain yang berhubungan dengan saluran pernapasan seperti peradangan bronkus, perawatan bronkitis kronis, pneumonia, TB, atau melebarnya gelembung paru juga dapat diatasi dengan cordyceps. Penelitian lain menunjukkan bahwa cordyceps dapat memperbaiki penampilan dan kapabilitas pembentukan otot walaupun tidak mengandung steroid.

Lalu, jamur ini juga bermanfaat terhadap sistem vaskuler terutama dengan memperbaiki sistem sirkulasi, membantu menstabilkan tekanan darah, serta menguatkan otot jantung. Sifat lain yang juga terdapat pada cordyceps adalah adanya antipenuaan serta sebagai antioksidan. Hal ini juga yang membuatnya menjadi herbal yang setara atau bahkan lebih dibandingkan dengan dengan herbal Cina lainnya seperti ginseng ataupun reishi.

Artikel Selanjutnya
Tisane, Teh Herbal dari Prancis untuk Redakan Nyeri Menstruasi
Artikel Selanjutnya
Setelah Diteliti 30 Tahun, Inilah Manfaat Kunyit bagi Kesehatan