Sukses

Belajar Baca Label Kosmetika, Yuk! (Bag 2)

Liputan6.com, Jakarta Menjadi konsumen yang cerdas juga berarti bisa mengetahui apa arti di balik label kosmetika. Berikut beberapa istilah yang sering tercantum pada kemasan kosmetika dan apa arti sebenarnya.

“Fragrance free” berarti produk itu tidak ditambahi parfum, minyak, atau bau-bauan. Tetapi, sedikit pewangi bisa saja telah ditambahkan untuk menutupi aroma asli atau bau zat kimia.

“Natural” atau “Organic”. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kealamian produk dengan kandungan yang diekstrak langsung dari tumbuhan atau hewan; dan bukannya dibuat secara sintetis. Bahan alami dalam kosmetika dapat menimbulkan reaksi alergi bila Anda alergi terhadap tumbuhan atau hewan tertentu dalam kosmetika tersebut. Contoh, lanolin yang sering terdapat dalam pelembap ternyata merupakan penyebab alergi yang umum.

“No animal testing” atau “Not tested on animals”. Bisa berarti produknya tak dicobakan pada hewan, tak mengandung bahan hewani, produk tersebut mempunyai kebijakan yang menantang percobaan hewan, atau tidak mencobakan produk tertentu tetapi masih mencobakan produk yang lain.

“Unscented” berarti produk itu tak ditambahi apa pun untuk memperkuat aromanya. Tetapi, bisa saja ditambahi sesuatu untuk menutupi aroma bahan lain, misalnya bau lemak dari sabun.

“Oil Free”. “Bebas minyak” bukan berarti tidak mengandung minyak. Minyak merupakan bahan dasar kosmetika yang telah digunakan selama berabad-abad. Dalam industri kosmetika, suatu zat digolongkan sebagai minyak bila memiliki formula kimiawi spesifik.

“Non-comedogenic” atau “Non-acnegenic”. Artinya, produk itu tak akan menyumbat pori-pori yang bisa menyebabkan timbulnya jerawat. Sebuah produk bisa saja mengandung bahan penyebab komedo, tetapi jika produk tersebut lolos tes tertentu, ‘non-comedogenic boleh dicantumkan pada labelnya.

“pH balanced”. pH adalah ukuran kadar keasaman dan kebasaan kulit. Secara alamiah, kulit bersifat sedikit asam. Produk dengan tanda seperti ini berarti mengandung zat-zat kimia yang menjaganya tetap pada kadar pH yang sama.

“Speeds cell renewal”. Produk tersebut mengandung senyawa semacam asam salisilat atau asam laktat (juga dikenal dengan AHA yang dapat mempercepat proses pembaruan sel-sel.

“Nourish” atau “feed”. Kulit kita memperoleh makanan dari jaringan pembuluh darah dari dalam tubuh. Untuk memberi makan kulit, tubuh membutuhkan protein, karbohidrat, asam-asam amino, dan asam-asam lemak dari darah, bukan dari sesuatu yang menempel di permukaan kulit.

Artikel Selanjutnya
7 Desain Barcode Paling Kreatif yang Jarang Kamu Temukan
Artikel Selanjutnya
Heboh, Tas Keranjang Belanja Jadi Aksesori Mahal di Eropa